Kenaikan Harga Beras Tidak Sampai 30%

Senin, 23 Februari 2015 - 09:55 WIB
Kenaikan Harga Beras...
Kenaikan Harga Beras Tidak Sampai 30%
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta tidak terpengaruh dengan kabar yang menyebutkan ada kenaikan harga beras di pasaran hingga 30%.

Perlu kehatihatian agar para pengambil keputusan tidak terpancing dengan isu kenaikan harga yang disinyalir hanya menguntungkan pihak tertentu. Ekonom Universitas Indonesia Sulastri Surono mengatakan, isu kenaikan harga beras hingga 30% hanya isapan jempol. ”Itu kabar bohong! Di lapangan tidak setinggi itu,” katanya di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, isu kenaikan harga beras tidak berpengaruh karena sebentar lagi akan panen raya. Masyarakat bisa saja terkejut dengan sejumlah pemberitaan di media massa. ”Namun, mereka akan kembali terkejut karena di lapangan ditemukan bahwa kenaikan harga tidak setinggi itu. Jadi, biarkan saja, nanti juga akan reda dengan sendirinya,” ungkapnya.

Di lapangan memang terjadi pergerakan harga, namun tidak setinggi yang diberitakan media massa akhir-akhir ini. Itu terungkap ketika Bulog melakukan Operasi Pasar (OP) di Pasar Inpres Pasar Minggu dan di permukiman warga di wilayah RW 02, 03, 09, dan 11, Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Dari pengakuan para pedagang, masyarakat, hingga perangkat RT/RW dan lurah setempat, kenaikan hanya berkisar Rp500 - Rp1.000 per liter. Seorang pedagang beras di Blok A Pasar Inpres, Pasar Minggu, Rudi, mengakui kenaikan memang tidak seperti yang diberitakan. Beras premium misalnya jika sebelumnya dijual dengan harga Rp9.000 per liter, saat ini dijual Rp10.000 per liter.

Pedagang beras lain, Ny Alan, di kawasan RT 01/ 03 Kelurahan Manggarai, juga membenarkan tidak terjadi kenaikan harga beras besar-besaran. Jika sebelumnya dia menjual beras jenis premium kepada konsumen dengan harga Rp9.500, sekarang menjadi Rp10.000 atau meningkat hanya 5,6%. ”Sama sekali tidak benar kenaikan sebesar 30% itu,” katanya.

Menurutnya, dalam tiga bulan terakhir harga memang cenderung naik. Namun, dia menganggap wajar karena saat ini memang belum masa panen. Dia memperkirakan mulai bulan depan harga akan kembali bergerak turun karena saat itulah masa panen raya tiba.

Sementara itu, Lurah Manggarai Ismail Sumantri memberi apresiasi kepada Bulog yang melakukan operasi pasar di wilayahnya. Sekitar 6.700 keluarga di Kelurahan Manggarai, katanya, memang menunggu operasi pasar tersebut. ”Nyatanya, jika OP (operasi pasar) dilakukan, tak kurang dari satu jam, beras sudah habis terbagi,” ujarnya.

Operasi pasar yang dilakukan Bulog di Pasar Minggu dan Manggarai merupakan bagian dari operasi pasar yang rutin dilakukan. Total terdapat 66 titik yang menjadi target operasi pasar setiap hari.

Dari jumlah tersebut, 54 titik merupakan permukiman warga dan 12 titik adalah pasar. Untuk permukiman, Bulog mendistribusikan rata-rata 1 ton beras kualitas medium dan 100 kg beras premium.

Sudarsono
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved