Pemerintah Disarankan Bangun Pipa Gas Rumah Tangga

Selasa, 24 Februari 2015 - 11:27 WIB
Pemerintah Disarankan...
Pemerintah Disarankan Bangun Pipa Gas Rumah Tangga
A A A
JAKARTA - Pengamat minyak dan gas (migas) sekaligus anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Kurtubi mengatakan, untuk meninimalisir ketergantungan impor gas, pemerintah disarankan membangun pipa gas rumah tangga.

Saat ini, impor gas Indonesia mencapai 70% dari kebutuhan gas nasional.

"kita tidak boleh menggantungkan energi rumah tangga dari impor. Kalau kita tergantung dari energi impor maka berbahaya bagi negara. Sebab itu, pemerintah segera bangun infrastruktur pipa gas, sehingga kebutuhan rumah tangga dipenuhi pipa, terutama daerah yang dilalui pipa gas induk," kata Kurtubi kepada Sindonews, Selasa (24/2/2015).

Kurtubi menjelaskan, saat ini impor gas Indonesia mencapai 70% dari total kebutuhan dalam negeri.‎ Jika harga elpiji internasional naik maka elpiji 12 kilogram (kg) juga ikut naik, sehingga orang akan beralih ke elpiji 3 kg yang masih disubsidi pemerintah. ‎

Sementara itu, Kurtubi menambahkan, pembatasan pembelian elpiji 3 kg sulit dilakukan lantaran kontrol pemerintah yang terbatas.

"Kita teori gampang, tapi pengawasan susah, pembelian 3 kg sulit dibatasi. Untuk jangka panjang kita tidak boleh bergantung pada impor‎. Ketergantungan ini akan berbahaya bagi keamanan energi nasional," imbuhnya.

Bukan hanya itu, Kurtubi menjelaskan, kenaikan harga elpiji 3 kg di pengecer juga akan berdampak pada penambahan suplai elpiji 3 kg oleh pemerintah. Kebijakan ini akan membengkakkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) pemerintah.

"Pasti ‎membengkakkan subsidi elpiji, itu konsekuensi menaikkan elpiji 12 kg. Kalau pemerintah berani menaikkan 12 kg, harus berani menambah yang 3 kg," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Daftar Lengkap Kenaikan...
Daftar Lengkap Kenaikan Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg di Seluruh Indonesia
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Harga LPG Naik, Pedagang:...
Harga LPG Naik, Pedagang: Masyarakat Bisa Pindah ke Tabung Melon
Bahlil Buka Suara Soal...
Bahlil Buka Suara Soal Kenaikan Harga LPG 12 Kg: Pemerintah Hanya Jamin Gas Subsidi
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Berita Terkini
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
10 menit yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
1 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
2 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
3 jam yang lalu
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
4 jam yang lalu
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved