Pendapatan ITMG Tahun Lalu Susut 10,84%
Selasa, 24 Februari 2015 - 14:52 WIB
Pendapatan ITMG Tahun Lalu Susut 10,84%
A
A
A
JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sepanjang tahun lalu mencatat penyusutan penjualan bersih sebesar 10,84% menjadi USD1,94 miliar atau setara Rp24,25 triliun (kurs Rp12.500) dibanding tahun sebelumnya senilai Rp2,18 miliar.
Laporan singkat keuangan perusahaan yang dipublikasikan pada Selasa (24/2/2015) menunjukkan, turunnya penjualan bersih selama 12 bulan tahun lalu seiring dengan berkurangnya harga pokok penjualan menjadi USD1,53 miliar dari USD1,70 miliar.
Akibatnya laba kotor yang dibukukan perusahaan pada akhir tahun lalu turun menjadi USD408,09 juta dari USD483,69 juta. Sementara beban penjualan berkurang menjadi USD145,95 juta dari USD140,82 juta, beban umum menjadi USD26,21 juta dari USD30,90 juta.
Beban keuangan juga turun menjadi USD898 ribu dari USD901 ribu. Begitu juga dengan penghasilan keuangan yang menyusut menjadi USD6,27 juta dari USD8,85 juta. Sedangkan perseroan tahun lalu membukukan pendapatan lain-lain bersih sebesar USD20,72 juta dari tahun sebelumnya rugi USD24,47 juta.
Akibatnya, perseroan pada akhir 2013 mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar USD200,22 juta setara Rp2,5 triliun. Laba itu turun 2,32% dibanding tahun sebelumnya USD204,98 juta.
Laba bersih per saham dasar dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan stagnan di USD0,18.
Adapun jumlah aset perusahaan pada tahun lalu sebesar USD1,31 miliar, dengan utang USD408,72 juta. Jumlah tersebut turun dibanding 2013, di mana aset perusahaan sebesar USD1,33 miliar, dengan total utang USD428,29 juta.
Laporan singkat keuangan perusahaan yang dipublikasikan pada Selasa (24/2/2015) menunjukkan, turunnya penjualan bersih selama 12 bulan tahun lalu seiring dengan berkurangnya harga pokok penjualan menjadi USD1,53 miliar dari USD1,70 miliar.
Akibatnya laba kotor yang dibukukan perusahaan pada akhir tahun lalu turun menjadi USD408,09 juta dari USD483,69 juta. Sementara beban penjualan berkurang menjadi USD145,95 juta dari USD140,82 juta, beban umum menjadi USD26,21 juta dari USD30,90 juta.
Beban keuangan juga turun menjadi USD898 ribu dari USD901 ribu. Begitu juga dengan penghasilan keuangan yang menyusut menjadi USD6,27 juta dari USD8,85 juta. Sedangkan perseroan tahun lalu membukukan pendapatan lain-lain bersih sebesar USD20,72 juta dari tahun sebelumnya rugi USD24,47 juta.
Akibatnya, perseroan pada akhir 2013 mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar USD200,22 juta setara Rp2,5 triliun. Laba itu turun 2,32% dibanding tahun sebelumnya USD204,98 juta.
Laba bersih per saham dasar dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan stagnan di USD0,18.
Adapun jumlah aset perusahaan pada tahun lalu sebesar USD1,31 miliar, dengan utang USD408,72 juta. Jumlah tersebut turun dibanding 2013, di mana aset perusahaan sebesar USD1,33 miliar, dengan total utang USD428,29 juta.
(rna)
Lihat Juga :