Peluang Penguatan Lanjutan IHSG Dibayangi Potensi Koreksi
Rabu, 25 Februari 2015 - 08:24 WIB
Peluang Penguatan Lanjutan IHSG Dibayangi Potensi Koreksi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan (reli), meski dibayangi oleh potensi koreksi lantaran masih meninggalkan utang gap kemarin.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola white marubozu dekati area upper bollinger band (UBB). MACD masih bergerak naik meski tipis dengan histogram positif yang sedikit lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R terlihat naik terbatas.
"Kami berharap adanya penguatan lanjutan, namun kami pun juga mewaspadai akan adanya potensi pelemahan, di mana secara historis selama berlangsungnya pidato The Fed jarang sekali IHSG berada di zona positif. Tetap mewaspadai adanya potensi pembalikan arah," ujarnya di Jakarta, Rabu (25/2/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.390-5.403 dan resisten 5.427-5.432. Laju IHSG sempat berada di dalam area target resisten 5.415-5.423 dan mampu bertahan di atas area target support 5.365-5.392.
IHSG kemarin mampu bertahan di zona hijau meski minim sentimen dan diikuti dengan kembali melemahnya laju nilai tukar rupiah. Di sisi lain, penguatan laju IHSG berbarengan dengan cukup ramainya penyerapan hasil lelang Sukuk pemerintah.
Dari sisi nominal penawaran sukuk yang masuk lebih rendah dari lelang Sukuk pemerintah sebelumnya, namun jumlah nominal yang dimenangkan dapat lebih tinggi dari sebelumnya, sehingga menghasilkan bid to cover ratio yang lebih besar.
Penguatan IHSG pun hampir mendekati rekor tertinggi di minggu sebelumnya di level 5.427. Masih bertahannya asing untuk nett buy mampu membawa IHSG ke zona hijau meski tipis. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net buy Rp708,17 miliar menjadi net buy Rp421,22 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola white marubozu dekati area upper bollinger band (UBB). MACD masih bergerak naik meski tipis dengan histogram positif yang sedikit lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R terlihat naik terbatas.
"Kami berharap adanya penguatan lanjutan, namun kami pun juga mewaspadai akan adanya potensi pelemahan, di mana secara historis selama berlangsungnya pidato The Fed jarang sekali IHSG berada di zona positif. Tetap mewaspadai adanya potensi pembalikan arah," ujarnya di Jakarta, Rabu (25/2/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.390-5.403 dan resisten 5.427-5.432. Laju IHSG sempat berada di dalam area target resisten 5.415-5.423 dan mampu bertahan di atas area target support 5.365-5.392.
IHSG kemarin mampu bertahan di zona hijau meski minim sentimen dan diikuti dengan kembali melemahnya laju nilai tukar rupiah. Di sisi lain, penguatan laju IHSG berbarengan dengan cukup ramainya penyerapan hasil lelang Sukuk pemerintah.
Dari sisi nominal penawaran sukuk yang masuk lebih rendah dari lelang Sukuk pemerintah sebelumnya, namun jumlah nominal yang dimenangkan dapat lebih tinggi dari sebelumnya, sehingga menghasilkan bid to cover ratio yang lebih besar.
Penguatan IHSG pun hampir mendekati rekor tertinggi di minggu sebelumnya di level 5.427. Masih bertahannya asing untuk nett buy mampu membawa IHSG ke zona hijau meski tipis. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net buy Rp708,17 miliar menjadi net buy Rp421,22 miliar.
(rna)
Lihat Juga :