Pelabuhan Cilamaya Tidak Sesuai dengan Konsep Tol Laut

Rabu, 25 Februari 2015 - 10:06 WIB
Pelabuhan Cilamaya Tidak...
Pelabuhan Cilamaya Tidak Sesuai dengan Konsep Tol Laut
A A A
JAKARTA - Rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, dinilai tidak sesuai dengan konsep tol laut yang diusung Presiden Joko Widodo.

Saat ini yang diperlukan justru mengembangkan pelabuhan di luar Jawa untuk menghubungkan Sumatera hingga Papua. Pengamat sosial dan politik Fachry Ali berpendapat, di Pulau Jawa tidak perlu ada lagi pelabuhan baru, melainkan cukup dengan mengembangkan dan meningkatkan pelabuhan yang sudah ada.

Dia mencontohkan, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Tanjung Priok Jakarta, dan Tanjung Perak Surabaya. Menurutnya, pengembangan pelabuhan dengan membangun titik-titik di wilayah luar Jawa akan membantu menjadikan jalur ekonomi lebih efisien. Sehingga, konsep tol laut yang diharapkan bisa menjadi solusi pemerataan pembangunan di Indonesia pun bisa diwujudkan.

”Sebaliknya, jika memaksakan pembangunan Pelabuhan Cilamaya, maka justru sangat tidak efisien. Apalagi membangun Pelabuhan Cilamaya dari nol serta memiliki banyak kontroversi, sehingga membutuhkan energi lebih besar dari pada mengembangkan yang sudah ada,” kata Fachry dalam keterangan tertulis yang diterima KORAN SINDOdi Jakarta kemarin.

Menurut Fachry, yang juga pendiri Lembaga Studi dan Pengembangan Etika Usaha (LSPEU) Indonesia, Pelabuhan Cilamaya bukan hanya menjadikan koneksi jalan laut tidak efisien tetapi juga akan berdampak buruk pada rusaknya pipapipa dan sumur-sumur minyak Pertamina. Jika direalisasikan, proyek tersebut juga akan berpengaruh pada peran Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai penghasil beras nomor satu di Indonesia.

Terkait kesiapan pengembangan Tanjung Emas, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut angkat bicara. Menurutnya, sudah jauh-jauh hari dirinya mengajukan proposal, namun hingga kini belum ada lampu hijau dari pemerintah pusat. ”Ini menunggu kemauan politik saja sebenarnya. Tinggal ya (disetujui), (pembangunan) sudah bisa jalan saja. Tetapi ini masih menunggu,” kata Ganjar.

Dia berharap, pengembangan pelabuhan Tanjung Emas tidak terlalu berlarut-larut. Pasalnya, sebagai bagian dari interkoneksi infrastruktur, pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas akan sangat mendukung tol laut yang diandalkan pemerintah.

Yanto kusdiantono
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
1 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
10 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
10 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
10 jam yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
11 jam yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved