Pertamina Selektif Kelola Blok Migas

Rabu, 25 Februari 2015 - 10:06 WIB
Pertamina Selektif Kelola...
Pertamina Selektif Kelola Blok Migas
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menegaskan akan menyerahkan proposal pengambilalihan pengelolaan Blok Mahakam, di Kutai, Kalimantan Timur, kepada pemerintah pada pekan ini.

Penyerahan proposal tersebut seiring dengan akan segera berakhirnya kontrak PT Total E&P Indonesie pada 2017. Dengan pengambilalihan blok minyak dan gas bumi (migas) tersebut, Pertamina berharap dapat meningkatkan produksi secara signifikan.

”Mudah-mudahan minggu ini kami sudah serahkan setelah seluruh proses internal Pertamina selesai dan seluruh komisaris menyetujui,” ujar Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, saat dihubungi, di Jakarta, kemarin. Menurut dia, dalam pengelolaan Blok Mahakam, Pertamina siap bekerja sama dengan mitra potensial, termasuk dengan Total E&P Indonesie.

Di sisi lain, Pertamina juga berencana melakukan akuisisi terhadap blok-blok migas di luar negeri setelah harga minyak membaik. ”Sementara, saat ini Pertamina akan selektif untuk mengelola blok-blok migas yang akan berakhir kontraknya dan memiliki kontribusi cukup besar,” terang dia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menargetkan, keputusan pengelolaan Blok Mahakam, Kutai, Kalimantan Timur, setelah kontrak PT Total E&P Indonesie pada 2017 tuntas bulan ini.

Saat ini Pertamina sedang memfinalisasi proposal pengambilalihan pengelolaan Blok Mahakam. Dia menambahkan, sembari menunggu penyerahan proposal Pertamina, pihaknya menuntaskan skema untuk mengambil keputusan pengelolaan Blok Mahakam. ”Kita tunggu proposal Pertamina. Nanti kita cocokan dengan punya pemerintah,” kata Sudirman.

Sudirman mengungkapkan, Kementerian ESDM akan melakukan pertemuan membahas pengambilalihan Blok Mahakam dengan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas). ”Kami bicarakan dengan SKK Migas dan Menko Perekonomian, mudah-mudahan sesuai rencana Februari bisa diputuskan,” tegas dia.

Di bagian lain, Direktur Utama Pertamina Dwi Soejtipto mengatakan, Pertamina telah menganggarkan dana sebesar USD1 miliar untuk kebutuhan kelanjutan operasional Blok Mahakam. Anggaran tersebut belum termasuk dana eksplorasi. Jumlah tersebut sesuai dengan estimasi Pertamina sebelumnya.

Dwi optimistis soal pendanaan karena perbankan nasional maupun internasional telah berkomitmen mendukung kebutuhan pendanaan Pertamina dalam pengelolaan Blok Mahakam. ”Saat ini sudah ada bank konsorsium BUMN maupun internasional, kita belum menentukan. Tapi, mereka menyatakan siap,” kata dia.

Sebagai informasi, tahun lalu Total E&P Indonesie mengestimasi produksi gas dari blok Mahakam sebesar 1,7 miliar kaki kubik per hari (BCF/ D) atau sama seperti produksi gas di 2013 yang sebesar 1,76 BCF. Adapun, produksi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), termasuk kondensat, mencapai 63.000 barel per hari (bph), turun dibanding realisasi 2013 sebesar 67.000 bph.

Nanang wijayanto
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Bahaya Hirup Asap Kebakaran...
Bahaya Hirup Asap Kebakaran Seperti di Depo Pertamina Plumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved