Peluang IHSG Cetak Rekor Diprediksi Berlanjut
Kamis, 26 Februari 2015 - 08:22 WIB
Peluang IHSG Cetak Rekor Diprediksi Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berpeluang mencetak rekor baru didukung berlanjutnya aksi beli investor.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola shooting star dekati area upper bollinger band (UBB). MACD masih bergerak naik meski tipis dengan histogram positif yang sedikit lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R terlihat melanjutkan kenaikan.
"Tampaknya pelaku pasar masih kuat untuk melanjutkan aksi belinya, sehingga dapat mempertahankan IHSG di zona hijaunya. Jika aksi beli masih berlanjut maka laju IHSG pun dapat bertahan di zona hijaunya. Namun demikian tetap mewaspadai adanya potensi pembalikan arah," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/2/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.415-5.435 dan resisten 5.452-5.468. Laju IHSG mampu melampaui area target resisten 5.427-5.432 dan mampu bertahan di atas area target support 5.390-5.403.
Kemarin, laju IHSG mampu melampaui area target resisten 5.427-5.432 dan mampu bertahan di atas area target support 5.390-5.403. Masih adanya aksi beli membuat laju IHSG masih meninggalkan utang gap 5.342-5.372.
Respon positif pelaku pasar terhadap hasil testimony The Fed yang belum mengindikasikan kenaikan Fed rate dalam waktu dekat melambungkan IHSG.
Bahkan kenaikan tersebut mampu melampaui estimasi sebelumnya. Dia sebelumnya mengawatirkan testimoni The Fed yang belum akan dapat meyakinkan para anggota kongres terhadap kebijakan yang akan dijalankan karena selama ini jarang hasil pidato The Fed yang memberikan sentiment positif.
"Terutama pada saat kepemimpinan Bernanke, jarang direspon positif karena berbarengan dengan kebijakannya untuk mengurangi stimulus setiap bulannya. Tetapi, kali ini Yellen berhasil meyakinkan para anggota kongres dan memberikan sentimen positif kepada pasar, di mana The Fed lebih menjaga momentum pertumbuhan ekonomi AS dan tidak hanya berfokus pada kenaikan Fed rate," tutur dia.
Meski laju rupiah masih nyaman di zona merah dan laju bursa saham Asia variatif naik tipis, di mana terhambat dengan pelemahan pada laju bursa saham Asia, namun laju IHSG mampu mengesampingkan sentimen negatif tersebut dan memilih berada di zona hijau.
"Bahkan juga mampu melampaui rekor tertinggi di minggu sebelumnya di level 5.427 dengan menyentuh new high record di 5.448,70," imbuh Reza.
Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net buy Rp421,22 miliar menjadi net buy Rp793,39 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola shooting star dekati area upper bollinger band (UBB). MACD masih bergerak naik meski tipis dengan histogram positif yang sedikit lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R terlihat melanjutkan kenaikan.
"Tampaknya pelaku pasar masih kuat untuk melanjutkan aksi belinya, sehingga dapat mempertahankan IHSG di zona hijaunya. Jika aksi beli masih berlanjut maka laju IHSG pun dapat bertahan di zona hijaunya. Namun demikian tetap mewaspadai adanya potensi pembalikan arah," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/2/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.415-5.435 dan resisten 5.452-5.468. Laju IHSG mampu melampaui area target resisten 5.427-5.432 dan mampu bertahan di atas area target support 5.390-5.403.
Kemarin, laju IHSG mampu melampaui area target resisten 5.427-5.432 dan mampu bertahan di atas area target support 5.390-5.403. Masih adanya aksi beli membuat laju IHSG masih meninggalkan utang gap 5.342-5.372.
Respon positif pelaku pasar terhadap hasil testimony The Fed yang belum mengindikasikan kenaikan Fed rate dalam waktu dekat melambungkan IHSG.
Bahkan kenaikan tersebut mampu melampaui estimasi sebelumnya. Dia sebelumnya mengawatirkan testimoni The Fed yang belum akan dapat meyakinkan para anggota kongres terhadap kebijakan yang akan dijalankan karena selama ini jarang hasil pidato The Fed yang memberikan sentiment positif.
"Terutama pada saat kepemimpinan Bernanke, jarang direspon positif karena berbarengan dengan kebijakannya untuk mengurangi stimulus setiap bulannya. Tetapi, kali ini Yellen berhasil meyakinkan para anggota kongres dan memberikan sentimen positif kepada pasar, di mana The Fed lebih menjaga momentum pertumbuhan ekonomi AS dan tidak hanya berfokus pada kenaikan Fed rate," tutur dia.
Meski laju rupiah masih nyaman di zona merah dan laju bursa saham Asia variatif naik tipis, di mana terhambat dengan pelemahan pada laju bursa saham Asia, namun laju IHSG mampu mengesampingkan sentimen negatif tersebut dan memilih berada di zona hijau.
"Bahkan juga mampu melampaui rekor tertinggi di minggu sebelumnya di level 5.427 dengan menyentuh new high record di 5.448,70," imbuh Reza.
Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net buy Rp421,22 miliar menjadi net buy Rp793,39 miliar.
(rna)
Lihat Juga :