AALI Bukukan Laba Bersih Tahun Lalu Rp2,5 Triliun
Kamis, 26 Februari 2015 - 15:18 WIB
AALI Bukukan Laba Bersih Tahun Lalu Rp2,5 Triliun
A
A
A
JAKARTA - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) pada tahun lalu membukukan laba bersih sebesar Rp2,5 triliun, naik 38,89% dibanding tahun sebelumnya senilai Rp1,8 triliun.
Laba per saham dasar/dilusian meningkat menjadi Rp1,589,91 dibanding tahun sebelumnya Rp1.143,93 per lembar.
Laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan pada Kamis (26/2/2015) menunjukkan bahwa melonjaknya laba bersih perusahaan perkebunan tersebut didukung naiknya pendapatan bersih dan berkurangnya kerugian selisih kurs.
Pendapatan bersih perusahaan selama 12 bulan tercatat sebesar Rp16,31 triliun, tumbuh 28,73% dari tahun sebelumnya sebesar Rp12,67 triliun.
Kendati demikian, naiknya pendapatan mengerek beban pokok pendapatan menjadi Rp11,35 triliun dari Rp8,59 triliun. Beban umum dan administrasi juga bertambah menjadi Rp682,55 miliar dari Rp586,04 miliar.
Selain itu, beban penjualan naik menjadi Rp546,89 miliar dari Rp491,35 miliar, dan biaya pendanaan bertambah menjadi Rp96,08 miliar dari Rp72,41 miliar.
Adapun kerugian selisih kurs susut menjadi Rp126,68 miliat dari Rp443,78 miliar dan penghasilan bunga naik menjadi Rp23,02 miliar dari Rp18,03 miliar.
Sementara pendapatan lain-lain bersih meningkat menjadi Rp146,54 miliar dari Rp98,69 miliar. Perseroan juga membukukan bagian atas hasil bersih senilai Rp20,83 miliar.
Kas dan setara kas pada akhir tahun lalu sebesar Rp611,18 miliar, turun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp709,09 miliar.
Laba per saham dasar/dilusian meningkat menjadi Rp1,589,91 dibanding tahun sebelumnya Rp1.143,93 per lembar.
Laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan pada Kamis (26/2/2015) menunjukkan bahwa melonjaknya laba bersih perusahaan perkebunan tersebut didukung naiknya pendapatan bersih dan berkurangnya kerugian selisih kurs.
Pendapatan bersih perusahaan selama 12 bulan tercatat sebesar Rp16,31 triliun, tumbuh 28,73% dari tahun sebelumnya sebesar Rp12,67 triliun.
Kendati demikian, naiknya pendapatan mengerek beban pokok pendapatan menjadi Rp11,35 triliun dari Rp8,59 triliun. Beban umum dan administrasi juga bertambah menjadi Rp682,55 miliar dari Rp586,04 miliar.
Selain itu, beban penjualan naik menjadi Rp546,89 miliar dari Rp491,35 miliar, dan biaya pendanaan bertambah menjadi Rp96,08 miliar dari Rp72,41 miliar.
Adapun kerugian selisih kurs susut menjadi Rp126,68 miliat dari Rp443,78 miliar dan penghasilan bunga naik menjadi Rp23,02 miliar dari Rp18,03 miliar.
Sementara pendapatan lain-lain bersih meningkat menjadi Rp146,54 miliar dari Rp98,69 miliar. Perseroan juga membukukan bagian atas hasil bersih senilai Rp20,83 miliar.
Kas dan setara kas pada akhir tahun lalu sebesar Rp611,18 miliar, turun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp709,09 miliar.
(rna)
Lihat Juga :