YLKI: Kenaikan Tarif KA Harus Sebanding dengan Pelayanan

Jum'at, 27 Februari 2015 - 19:11 WIB
YLKI: Kenaikan Tarif...
YLKI: Kenaikan Tarif KA Harus Sebanding dengan Pelayanan
A A A
JAKARTA - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo mengatakan, kenaikan tarif KA (kereta api) jarak jauh dan sedang yang dibebankan kepada masyarakat harus sebanding dengan pelayanan. Selama ini, pelayanan kereta api jarak jauh dan sedang belum maksimal. Sebagai contoh, buruknya fasilitas toilet.

"Harus ada pelayanan yang memadai. Apalagi layanan kereta ini masuk dalam anggaran public service obligation (PSO). Kalau PSO-nya dikurangi ya kualitas layanannya harus ditingkatkan," ujarnya, kepada SINDO di Jakarta, kemarin.

Dia menyebutkan, keterlambatan perjalanan kereta api sudah seharusnya diterapkan ketat dengan memberikan ganti rugi kepada penumpang. "Kalau ada keterlambatan seharusnya belaku sama dengan pelayanan angkutan udara, yakni memberikan kompensasi," pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan menaikkan tarif KA jarak jauh dan sedang mulai 1 April 2015. Besaran kenaikan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (PM) No 17 tahun 2015.

(Baca: Tarif KA Jarak Jauh dan Sedang Naik mulai April 2015)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tiket Kereta Mudik Lebaran...
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2022 Sudah Bisa Dibeli Melalui Aplikasi KAI
KAI Tebar Diskon Tiket...
KAI Tebar Diskon Tiket Kereta hingga 60%, KA Eksekutif Cuma Rp75 Ribu!
Aturan Baru Pembatalan...
Aturan Baru Pembatalan Tiket Kereta Api, Simak Syarat dan Ketentuannya
Simak! Ini Aturan Baru...
Simak! Ini Aturan Baru Pengembalian Dana Pembatalan Tiket Kereta Api Antar Kota
KAI Operasikan 56 Kereta...
KAI Operasikan 56 Kereta Tambahan untuk Angkutan Nataru
Buruan Serbu! Ada 18.000...
Buruan Serbu! Ada 18.000 Tiket Kereta Api dengan Harga Diskon Mulai Rp 100 Ribu
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
6 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
6 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
8 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
8 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
9 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
10 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved