Pemerintah Segera Umumkan Harga Baru Biodiesel

Senin, 02 Maret 2015 - 15:20 WIB
Pemerintah Segera Umumkan...
Pemerintah Segera Umumkan Harga Baru Biodiesel
A A A
JAKARTA - Pemerintah menegaskan revisi Harga Indeks Pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel efektif berlaku seiring telah ditandatangani Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tentang formula harga biodiesel yang baru pada akhir pekan lalu.

Direktur Bioenergi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, harga baru untuk biodiesel akan dipublikasikan seiring dengan pengumuman harga bahan bakar minyak (BBM).

"Sudah ditandatangani Pak Menteri nanti segera akan diumumkan," kata dia di Jakarta, Senin (2/3/2015).

Menurut Dadan, formula perhitungan harga indeks pasar biodiesel yang baru sama dengan yang telah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu lalu.

"Formulanya adalah harga minyak sawit (crude palm oil/CPO) ditambah biaya konversi. Semuanya dihitung dalam dolar Amerika Serikat," ungkap dia.

Harga baru biodiesel untuk merevisi harga sebelumnya, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2185/12/MEM/2014. Permen tersebut menetapkan harga indeks pasar untuk BBN jenis biosolar sebesar 103,48 Mean of Platts Singapore (MOPS) solar.

Menurut Dadan, setiap bulan Kementerian ESDM akan melakukan evaluasi terhadap harga pasar biodiesel. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendorong peningkatan pemanfaatan BBN.

Revisi formula harga pasar biodiesel disebabkan anjloknya harga minyak dunia, sehingga menimbulkan kerugian besar terhadap produsen biodiesel.

Selain menetapkan formula harga pasar biodiesel yang baru, pemerintah juga akan menyubsidi biodiesel sebesar Rp4.000/liter dan bioetanol sebesar Rp3.000/liter.

Dadan menegaskan, harga pasar BBN yang akan direvisi hanya untuk biodiesel, sementara untuk harga pasar bioetanol tidak mengalami perubahan.

Sepanjang 2015 Kementerian ESDM menargetkan penyerapan biodiesel untuk public service obligation (PSO) dan non-PSO sebesar 3,4 juta kiloliter (kl). Target tersebut naik dibanding realisasi penyerapan 2014 sebesar 1,7 juta kl, meningkat dibanding 2013 yang hanya 600 ribu kl.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Langkah Pengembangan...
5 Langkah Pengembangan Bahan Bakar Nabati Jadi Strategi Ketahanan Energi Nasional
Seberapa Hijaukah Bahan...
Seberapa Hijaukah Bahan Bakar Nabati? Awas Klaim Menyesatkan!
Avtur Berbahan Minyak...
Avtur Berbahan Minyak Sawit Bukan Upaya Sehari, Ini Prosesnya
Menakar Nilai Ekonomis...
Menakar Nilai Ekonomis Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Sawit
Hasilkan Energi Ramah...
Hasilkan Energi Ramah Lingkungan, Legislator Ungkap Urgensi Bangun Pabrik Bioethanol
Ethanol untuk BBN Tanpa...
Ethanol untuk BBN Tanpa Cukai Bakal Jadi Magnet Bagi Dunia Usaha
Berita Terkini
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
14 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
20 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
24 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved