BI Minta Masyarakat Tak Khawatir Rupiah Rp13.000/USD
Senin, 02 Maret 2015 - 17:16 WIB
BI Minta Masyarakat Tak Khawatir Rupiah Rp13.000/USD
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang terjadi hari ini. Sebab, pihaknya akan terus berada di pasar untuk mencegah pelemahan rupiah terus berlanjut.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap USD pada siang ini semakin tertekan. Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini pada level Rp12.982/USD. Posisi itu merosot 15 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.967/USD.
Sementara, tadi siang rupiah berada di level Rp13.002/USD, bergeser sedikit dibanding awal perdagangan di posisi Rp13.007/USD.
"Kalau BI selalu ada di pasar, kita akan jaga sehingga betul-betul tak perlu dikhawatirkan. Pasarnya kombinasi internal dan eksternal," ucapnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3/2015).
Dia menjelaskan, meski pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan penguatan, namun Indonesia telah melakukan upaya pengendalian subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan baik.
"Tapi Indonesia yang sudah bisa lakukan pengendalian subsidi BBM dengan baik, kemudian pengendalian inflasi berjalan dengan baik kita harap APBNP berjalan baik," pungkas Agus.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap USD pada siang ini semakin tertekan. Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini pada level Rp12.982/USD. Posisi itu merosot 15 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.967/USD.
Sementara, tadi siang rupiah berada di level Rp13.002/USD, bergeser sedikit dibanding awal perdagangan di posisi Rp13.007/USD.
"Kalau BI selalu ada di pasar, kita akan jaga sehingga betul-betul tak perlu dikhawatirkan. Pasarnya kombinasi internal dan eksternal," ucapnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3/2015).
Dia menjelaskan, meski pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan penguatan, namun Indonesia telah melakukan upaya pengendalian subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan baik.
"Tapi Indonesia yang sudah bisa lakukan pengendalian subsidi BBM dengan baik, kemudian pengendalian inflasi berjalan dengan baik kita harap APBNP berjalan baik," pungkas Agus.
(izz)