Elpiji 12 Kg Makin Ditinggalkan Masyarakat

Senin, 02 Maret 2015 - 21:17 WIB
Elpiji 12 Kg Makin Ditinggalkan...
Elpiji 12 Kg Makin Ditinggalkan Masyarakat
A A A
KULONPROGO - Bahan bakar elpiji ukuran 12 kilogram (kg) semakin ditinggalkan masyarakat di Tanah Air. Salah satunya di Kulonprogo, Yogyakarta. Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga gas tersebut membuat konsumen beralih ke ukuran 3 kg.

Pemilik pangkalan Wahyu Kurniawati mengatakan, pemberitahuan kenaikan harga elpiji 12 kg baru diketahui pada awal bulan kemarin. Harga pokok sebelumnya Rp130 ribu, dan naik menjadi Rp135 ribu. Kenaikan ini dipastikan akan berpengaruh terhadap penjualan. Sebab pada kenaikan sebelumnya banyak yang beralih ke gas melon. “Sudah ada beberapa yang minta ganti kiriman ke 3 kg,” jelas Wahyu, Senin (2/3/2015).

Wahyu menuturkan, sebelum ada kenaikan gas 12 kg, satu bulan bisa menjual sekitar 50-60 tabung. Namun, setelah ada kenaikan penjualan turun hanya menjadi 30 tabung per bulan. Atas kenaikan tersebut dipastikan konsumen akan kembali turun.

Sejumlah pedagang eceran, kata dia, sudah mulai minta penambahan untuk gas 3 kg. Satu pedagang yang biasanya mengambil 6 tabung sudah ada yang minta 8-10 tabung. "Hal ini dipastikan akan membuat stok 3 kg kian menipis. Apalagi ketika pasokan datang akan langsung diserbu pembeli," katanya.

Pedagang pengecer Suryanti mengaku ada beberapa konsumennya yang ancang-ancang untuk pindah ke 3 kilogram. Ada beberapa konsumen yang memiliki dua jenis tabung. Namun dengan harga yang terus naik, dipastikan akan beralih ke 3 kilogram. “Biasanya yang 12 hanya untuk cadangan saat kosong,” jelasnya.

Dia mengatakan, kenaikan harga elpiji 12 kg dipastikan tidak akan berdampak di masyarakat. Sebab hanya sebagian kecil konsumen yang menggunakan jenis ini. Asalkan pasokan gas melon normal dan tidak ada pengurangan. “Yang penting pasokan gas melon normal, tidak akan ada masalah,” ujarnya.

Selama ini, gas 12 kg banyak dimanfaatkan konsumen untuk kepentingan bisnis. Jarang rumah tangga yang memanfaatkan gas ukuran tersebut.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
33 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
5 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Jumat 12 Desember 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved