Penggantian Raskin Jadi e-Money Tingkatkan Pengangguran

Selasa, 03 Maret 2015 - 14:33 WIB
Penggantian Raskin Jadi...
Penggantian Raskin Jadi e-Money Tingkatkan Pengangguran
A A A
JAKARTA - Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan, rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti program raskin dengan pemberian uang elektronik (e-money) akan berdampak pada peningkatan pengangguran. Karena akan ada banyak sektor yang dikorbankan dengan penghapusan raskin tersebut.

Menurutnya, rencana pemerintah tersebut akan menambah tingkat pengangguran minimal 700 ribu orang. Sedangkan tingkat pengangguran Indonesia saat ini mencapai 7,3 juta jiwa (data dari Agustus 2014).

"Banyak yang akan kehilangan pekerjaan kalau raskin dihapus dan diganti dengan e-money. Karena ini ada kaitannya dengan orang-orang yang bekerja di sektor pertanian, petani akan banyak yang menganggur, belum lagi pekerja-pekerja yang ada di gudang, bagian administrasi, bagian transportasi yang menyalurkan raskin juga akan berdampak ke sana," ujarnya di Jakarta, Selasa (3/3/2015).

Selain itu, lapangan pekerjaan paling besar ada di sektor pertanian. Sehingga, jika rencana pemerintah untuk menghapus raskin dan menggantinya dengan e-money, maka kondisi ini diperkirakan malah akan memperburuk tingkat pengangguran di Tanah Air.

"Angka 700 ribuan itu merupakan 10% dari angka pengangguran yang ada. Kebijakan ini memang menarik, tapi dampaknya itu sangat luar biasa ke pekerja-pekerja di sektor pertanian dan saya kira ini harus ada kajian lebih dalam dan antisipasi," jelas dia.

Sebelumnya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu sempat mengatakan, rencana pemerintah ini masih dalam kajian, karena harus menunggu evaluasi penyaluran raskin di tiga bulan pertama 2015. Pemerintah harus melakukan kajian mendalam bila raskin diubah dari fisik beras menjadi uang tunai dengan sistem e-money.

"Pada dasarnya perlindungan sosial kepada masyarakat tetap akan dijaga negara. Apakah diberikan dalam bentuk beras atau dalam bentuk e-money. Yang saya khawatirkan, kalau yang terima tidak untuk kebutuhan bahan pokok. Sejauh ini posisinya tetap perlindungan sosial tidak dihilangkan," tutupnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Beras Meroket,...
Harga Beras Meroket, Berpotensi Munculkan Kaum Miskin Baru
Harga Beras Terus Melonjak,...
Harga Beras Terus Melonjak, PKS: Berdampak Serius Bagi Masyarakat
10 Negara Termiskin...
10 Negara Termiskin di Dunia, Anehnya Mayoritas Justru Kaya Tambang Minyak dan Emas
Tambah Beban Warga Miskin,...
Tambah Beban Warga Miskin, Beras Bansos Berkualitas Buruk Harus Ditarik
Harga Beras Mahal, Ratusan...
Harga Beras Mahal, Ratusan Emak-emak di Madina Rela Antre di Kantor Pos
Minta Pemda Rajin Pantau...
Minta Pemda Rajin Pantau Harga Beras di Pasar, Mendag: Naik Rp10 Saja Berdampak ke Warga Miskin
Berita Terkini
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
10 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
30 menit yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
53 menit yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
1 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved