Operasi Pasar Beras Dinilai Bukan Solusi

Rabu, 04 Maret 2015 - 10:29 WIB
Operasi Pasar Beras...
Operasi Pasar Beras Dinilai Bukan Solusi
A A A
JAKARTA - Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, mekanisme operasi pasar (OP) beras untuk masyarakat kurang mampu hanya dianggap sebagai obat batuk dan bukan solusi.

Pasalnya, OP beras dinilai hanya bisa mengobati sementara tanpa memberikan solusi penyelesaian.

Hal ini, menurut dia, terbukti setelah operasi pasar berlalu, harga beras akan kembali naik. Bahkan lebih parahnya, dia menambahkan, beberapa bahan kebutuhan masyarakat ikut naik, seperti gas elpiji, bahan bakar minyak (BBM), tarif tol dan listrik serta beberapa lainnya secara bersamaan.

"Operasi pasar (OP) itu hanya obat batuk sementara saja, tapi bukan antibiotik. Bukan buat infeksi juga. Kalau obat batuk itu, hanya untuk menyembuhkan batuk ringan," ujar Tulus kepada Sindonews.

Seharusnya, kata dia, pemerintah harus konsisten. Jika pasokan beras cukup atau bahkan lebih, harganya seharusnya stabil.

"Waktu itu mereka (pemerintah) bilangnya pasokan aman dan cukup, tapi kenapa harganya malah mahal?" ujarnya.

Sementara ekonom Institute For Development Of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika menuturkan, kenaikan barang komoditas yang berbarengan tersebut bukan merupakan suatu kebijakan dari pemerintah.

Misalnya, harga beras mengikuti mekanisme pasar. "Kalau beras kan soal mekanisme pasar. Artinya, itu yang terjadi di masyarakat. Cuma pemerintah memang melakukan intervensi terhadap beras supaya jangan sampai ada kenaikan berlebihan," ujarnya.

Begitu juga dengan gas elpiji yang harganya ikut mengalami kenaikan. Itu merupakan keputusan dari PT Pertamina dan pemerintah sebagai pemegang saham turut memberi izin.

"Itu keputusan Pertamina dan pemerintah ikut andil dalam pemberian izin. Tapi memang harus ada pengendalian harga supaya semua bisa stabil," pungkasnya.

(Baca: YLKI: Pemerintah Bisa atau Tidak Tangkap Mafia Beras?)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Awas, Harga Beras Dapat...
Awas, Harga Beras Dapat Mencapai 30 Ribu per Kilo, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
54 menit yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
1 jam yang lalu
Harga Avtur Domestik...
Harga Avtur Domestik Turun hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026, Kabar Baik buat Industri Penerbangan
2 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Turbo...
Harga BBM Pertamax Turbo Naik per 1 Juni 2026, Dexlite dan Dex Turun
2 jam yang lalu
Hasilkan Riset Berkelanjutan,...
Hasilkan Riset Berkelanjutan, Kayla Raih Pendanaan Global Youth Action Fund
12 jam yang lalu
Potensi Tambahan Penerimaan...
Potensi Tambahan Penerimaan Negara dari DSI Masih Dihitung, Purbaya: Belum Ketemu Angkanya
13 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved