Rupiah Fluktuatif, Sofyan Minta Investor Tak Khawatir
Rabu, 04 Maret 2015 - 16:45 WIB
Rupiah Fluktuatif, Sofyan Minta Investor Tak Khawatir
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian meminta investor tidak khawatir, dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang fluktuatif.
Menko bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, pelemahan nilai tukar tersebut tidak hanya terjadi terhadap rupiah, melainkan beberapa mata uang negara lain pun turut mengalami pelemahan terhadap USD.
"Yang melemah bukan rupiah saja, bahkan kita berhadapan dengan mata uang Korea, dengan mata uang negara-negara lain. Jadi ini semua mata uang melemah kepada dolar," ucapnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2015).
Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menuturkan, saat ini yang penting untuk dilakukan adalah menjaga kondisi internal makro ekonomi Indonesia. Dia mengklaim, pemerintah telah berhasil mengelola ekonomi Indonesia dengan lebih baik.
"Inflasi turun, arus masuk modal asing positif, indeks harga saham naik, kemudian harga yield, SUN kita menurun, apapun indikator itu adalah cukup baik," imbuh dia.
Sofyan menambahkan, pengelolaan fiskal Indonesia pun jauh lebih sehat. Sebab, pemerintah tidak lagi disandera oleh kenaikan harga minyak. "Kita tidak lagi disandera kenaikan harga minyak, karena khawatir bahwa akan perlu mengubah APBN lagi," pungkas Sofyan.
Menko bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, pelemahan nilai tukar tersebut tidak hanya terjadi terhadap rupiah, melainkan beberapa mata uang negara lain pun turut mengalami pelemahan terhadap USD.
"Yang melemah bukan rupiah saja, bahkan kita berhadapan dengan mata uang Korea, dengan mata uang negara-negara lain. Jadi ini semua mata uang melemah kepada dolar," ucapnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2015).
Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menuturkan, saat ini yang penting untuk dilakukan adalah menjaga kondisi internal makro ekonomi Indonesia. Dia mengklaim, pemerintah telah berhasil mengelola ekonomi Indonesia dengan lebih baik.
"Inflasi turun, arus masuk modal asing positif, indeks harga saham naik, kemudian harga yield, SUN kita menurun, apapun indikator itu adalah cukup baik," imbuh dia.
Sofyan menambahkan, pengelolaan fiskal Indonesia pun jauh lebih sehat. Sebab, pemerintah tidak lagi disandera oleh kenaikan harga minyak. "Kita tidak lagi disandera kenaikan harga minyak, karena khawatir bahwa akan perlu mengubah APBN lagi," pungkas Sofyan.
(izz)