PLN Catat Pendapatan Rp292,7 Triliun

Kamis, 05 Maret 2015 - 10:40 WIB
PLN Catat Pendapatan...
PLN Catat Pendapatan Rp292,7 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sepanjang 2014 membukukan pendapatan usaha sebesar Rp292,7 triliun.

Hal ini menunjukkan pertumbuhan signifikan, yaitu naik Rp30,9 triliun atau 11,8% dibandingkan 2013 sebesar Rp261,8 triliun.

Dalam rilisnya pada Kamis (5/3/2015) dijelaskan, meningkatnya pendapatan usaha tersebut berasal dari kenaikan volume penjualan kilowatt hour (kWh) tenaga listrik menjadi 198,6 terrawatt hour (TWh) atau naik 5,9% dibanding periode yang sama 2013 sebesar 187,5 TWh.

Jumlah pelanggan yang dilayani perusahaan pada akhir tahun mencapai 57,49 juta atau naik 6,5% dari tahun sebelumnya.

Subsidi listrik dari pemerintah 2014 sebagai salah satu komponen pendapatan usaha perusahaan Rp99,3 triliun, turun menjadi 98,1% dibandingkan 2013 sebesar Rp101,2 triliun sebagai dampak adanya kenaikan tarif tenaga listrik.

Sejalan dengan pertumbuhan usahanya, beban usaha perusahaan 2014 tercatat sebesar Rp246,9 triliun meningkat 11,8% dibandingkan 2013 sebesar Rp220,9 triliun.

Meningkatnya beban usaha ini terutama disebabkan oleh peningkatan konsumsi bahan bakar terutama gas dan batu bara seiring dengan peningkatan permintaan tenaga listrik pelanggan.

Biaya pemakaian batu bara dan biaya pemakaian gas 2014 masing-masing sebesar Rp44,8 triliun dan Rp47,7 triliun, naik sebesar 20,55% dan 26,14 % dari biaya 2013, yang masing-masing sebesar Rp37,2 triliun dan Rp37,8 triliun.

Sedangkan laba usaha perseroan pada 2014 sebesar Rp45,8 triliun, naik Rp4,9 triliun atau 11,9% dibanding 2013 sebesar Rp40,9 triliun.

Laba bersih PLN tahun 2014 sebesar Rp11,7 triliun, naik sebesar Rp37,98 triliun dibanding dengan pada periode yang sama 2013, di mana perseroan mengalami rugi sebesar Rp26,2 triliun.

Kenaikan laba bersih ini disebabkan kenaikan laba usaha jdan meningkatnya laba selisih kurs.

Perusahaan tahun ini mencatatkan laba selisih kurs sebesar Rp1,3 triliun, lebih baik dibandingkan 2013, yang mengalami rugi selisih kurs sebesar Rp48,1 triliun yang diakibatkan translasi liabilitas dalam mata uang asing yang didominasi oleh dolar Amerika (USD) dan yen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
20 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
57 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved