Kuota Impor Hortikultura di Batam Menurun

Jum'at, 06 Maret 2015 - 21:24 WIB
Kuota Impor Hortikultura...
Kuota Impor Hortikultura di Batam Menurun
A A A
BATAM - Kuota impor hortikultura pada semester I/2015 untuk FTZ Batam yang disetujui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menurun jika dibandingkan kuota semester II/2014.

Untuk paruh pertama 2015 ini, jumlah surat persetujuan impor (SPI) yang diterbitkan BP Batam berkuota sebanyak 2.272 ton. Komposisi SPI yang diterbitkan BP Batam itu terdiri atas delapan importir terdaftar (IT). Jumlah IT bertambah empat jika dibanding paruh kedua 2014.

Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam Ilham Eka Hartawan menyebutkan, produk yang bakal diimpor pada kurun waktu Januari hingga Juni 2015 ini terdiri atas sembilan jenis. Antara lain wortel, apel, jeruk mandarin, lengkeng, kentang, bawang bombay, jeruk, anggur dan pomelo.

Adapun, asal negara produk itu pada 2015, yaitu China, Thailand, Bangladesh, New Zealand, Belanda dan Afrika Selatan. Sementara, Amerika Serikat yang mengekspor anggur segar pada 2014, pada semester ini berhenti memasok.

"Ada 10 jenis produk yang diimpor delapan IT dari enam negara asal di paruh pertama 2015. Tahun lalu ada empat importir dengan tujuh negara asal," ujarnya, Jumat (6/3/2015).

Pada semester II/2014, Kemdag telah menyetujui izin impor produk hortikultura untuk Batam kepada empat importir dengan volume mencapai 3.720 ton. Artinya terjadi penurunan volume hingga 40%. Dari sisi jenis produk tidak ada perubahan, namun terjadi penurunan drastis di kisaran di atas 50% untuk beberapa produk seperti wortel, orange segar, anggur segar, kentang segar, bawang bombay dan lengkeng.

Secara detil, jumlah kuota untuk masing-masing jenis produk yakni, wortel asal China sebesar 709 ton, apel China sebanyak 437 ton, Jeruk Mandarin China mencapai 750 ton, Lengkeng asal Thailand sebesar 75 ton, kentang segar asal Bangladesh mencapai 104 ton.

Kemudian, bawang bombay segar untuk konsumsi asal New Zealand sebesar 105 ton, bawang bombay asal Belanda sebesar 52 ton, jeruk segar asal China mencapai 20 ton, jeruk dan pomelo asal China sebanyak 5 ton dan anggur segar asal Afrika Selatan mencapai 15 ton.

Menurut Ilham, penurunan ini tidak lain karena Kemendag mewajibkan importasi paling sedikit terealisasi 80% dari persetujuan impor yang diberikan. Di samping itu penurunan juga terpengaruh kondisi pasar. "Penurunan sangat dipengaruhi pasar," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
7 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
8 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
8 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
8 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved