Monsanto Tingkatkan Pendapatan Petani Jagung

Sabtu, 07 Maret 2015 - 09:09 WIB
Monsanto Tingkatkan...
Monsanto Tingkatkan Pendapatan Petani Jagung
A A A
JAKARTA - Perusahaan bibit pertanian Monsanto Indonesia membantu meningkatkan pendapatan petani jagung di Lampung Selatan dengan dukungan sanggar belajar tani pada awal masa tanam.

“Program ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung pembangunan sektor pertanian yang lebih produktif, efisien, efektif, dan berkelanjutan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata Corporate Affairs Lead Monsanto Herry Kristanto dalam keterangan tertulisnya barubaru ini.

Menurut Herry, Monsanto dalam menjaga mutu hasil benihnya terus melakukan pendampingan secara terus-menerus kepada petani agar benih jagung hibrida yang telah dibeli dan ditanam oleh petani dapat memberikan hasil yang maksimal. “Dengan benih jagung hibrida produksi Monsanto yang memerlukan perawatan yang berbeda dari jagung konvensional, namun lebih mudah,” tambah Herry.

Sebagai salah satu daerah penghasil jagung di Indonesia, Lampung memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi jagungnya, sehingga diharapkan sanggar belajar ini dapat membantu pencapaian tersebut. Program pendampingan bagi para petani jagung tersebut di dikenal sebagai DKLC atau DeKalb Learning Center yang dimulai pada 2012.

Tujuan DKLC, kata dia, agar petani yakin dengan menggunakan benih berkualitas diiringi budi daya yang baik akan memberikan hasil panen yang optimal dan menguntungkan. Ia menambahkan, Monsanto selalu mencari, meneliti, dan memproduksi benih yang menghasilkan lebih banyak agar taraf hidup petani meningkat. “Itu yang paling penting,” ujarnya.

Kenneth C Schneeberger PhD, Assistant Dean for Special Programs College of Agriculture, Food and Natural Resources University of Missouri menjelaskan, penggunaan benih jagung bioteknologi diyakini bisa meningkatkan produksi jagung sebesar 10–15%. Peningkatan tersebut diperoleh dari tambahan potensi kehilangan hasil akibat hama atau penyakit, Sebab dengan menggunakan benih jagung bioteknologi.

“Teknologi penggunaan benih ini diperlukan sebagai upaya meningkatkan produksi dengan membuka wawasan petani tentang cara budi daya yang tepat dan efisien serta berorientasi bisnis,” kata Kenneth. Mas Tundung, petani jagung di Desa Sri Rejeki, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, mengatakan program DKLC memberinya banyak manfaat. Apalagi dirinya memperoleh pendampingan penuh. “Saya biasanya panen jagung sekitar 7,1 ton per hektare, tapi sekarang sudah bisa meningkat menjadi 8,2 ton,” ujarnya.

Sudarsono
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
47 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved