Ekonom: Cadangan Devisa Indonesia Masih Aman

Minggu, 08 Maret 2015 - 12:33 WIB
Ekonom: Cadangan Devisa...
Ekonom: Cadangan Devisa Indonesia Masih Aman
A A A
JAKARTA - Ekonom dari Indef Eko Listiyanto menilai, cadangan devisa (cadev) menjadi sebesar USD115,5 miliar masih terbilang aman. Pasalnya, cadev yang angkanya sudah di atas USD100 miliar, sudah dapat membiayai lebih dari 6,5 bulan impor dan pembayaran utang swasta.

Meski demikian, jika melihat kondisi sekarang di mana nilai tukar rupiah terus merosot maka cadev yang tinggi tidak banyak membantu. "Nah akan lebih baik digunakan untuk operasi moneter. Supaya nilai tukar rupiahnya bisa stabil," ujar Eko saat dihubungi Koran Sindo, Sabtu (8/3/2015).

Menurutnya, pemerintah harus ada pemahaman antara menjaga nominal dengan menjaga fundamental perekonomian. Pasalnya, nominal rupiah yang ditetapkan awal tahun sekitar Rp12.500/USD belum ada sebulan sudah hampir ke Rp13.000/USD.

"Nah ini kan sesuatu yang dipersepsikan pasar 'kok ini kebijakan moneter berat sekali'. Padahal mungkin amunisinya belum dikeluarkan," imbuhnya.

Namun, jik amunisi sudah dikeluarkan dapat menenangkan pasar sehingga ada optimisme bagi pelaku kepentingan. "Tapi kan cadev juga tidak boleh dihambur-hamburkan juga, karena sepan‎jang 2015 akan ada tantangan yang dihadapi. Kaya misalkan Amerika sudah menggerakan suku bunganya, nah ini akan ada lagi tantangan selanjutnya," jelas dia.

Pihaknya juga memandang, BI sudah mulai berpikir jangka panjang terhadap nilai tukar ini. Tetapi, untuk sekarang karena terus menerus turun dan mulai terlihat bahwa ternyata tidak semua negara-negara yang setara dengan Indonesia depresiasinya separah negara ini, maka itu dapat diartikan Indonesia cukup labil.

Jadi, dari situ memang sangat penting menjaga nilai nominal meskipun cadangan devisa yang tinggi memberikan optimisme. Namun, ketika situasi ekonomi tidak menunjukan indikator-indikator yang baik, maka cadev itu tidak dapat membantu.

"Karena cadev sifatnya seperti pelampung dipakai ketika dibutuhkan. Makanya kalau BI intervensi ya bisa agar nominal dari rupiah tidak terlalu depresiasi terus," tutup dia.

Sekadar info, posisi cadev Indonesia akhir Februari 2015 tercatat sebesar USD115,5 miliar, meningkat USD1,3 miliar dari posisi akhir Januari 2015 sebesar USD114,2 miliar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia Akhir September Turun Jadi 130,8 Miliar Dolar AS
Peningkatan Cadev Dipengaruhi...
Peningkatan Cadev Dipengaruhi Dua Faktor, Trennya Bakal Berlanjut
Ekonom Sebut Cadangan...
Ekonom Sebut Cadangan Devisa RI Masih Aman Meski Menurun
Cadev Naik Saat Ekspor...
Cadev Naik Saat Ekspor dan Devisa Pariwisata Anjlok Sinyal Abnormal, Apa Jawabannya
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD137,1 Miliar
Cadangan Devisa Akhir...
Cadangan Devisa Akhir September 2021 Meningkat Jadi Rp2.092 Triliun
Berita Terkini
Jangan hanya Lihat Bunga,...
Jangan hanya Lihat Bunga, Pahami Cicilan Sebelum Ajukan Pindar
7 menit yang lalu
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
20 menit yang lalu
Joy Air Bangkrut, Ribuan...
Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar
1 jam yang lalu
J Trust Bank Dorong...
J Trust Bank Dorong Tabungan Hijau Jadi Aksi Nyata Lingkungan
1 jam yang lalu
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
2 jam yang lalu
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
2 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved