Tarif Wisata ke Luar Negeri Naik 5%

Senin, 09 Maret 2015 - 09:58 WIB
Tarif Wisata ke Luar...
Tarif Wisata ke Luar Negeri Naik 5%
A A A
JAKARTA - Terpuruknya rupiah hingga menyentuh Rp13.000 per dolar AS memaksa agen perjalanan wisata melakukan penyesuaian tarif paket perjalanan wisata ke luar negeri.

Ketua Umum Association of the Indonesian Tour & Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar mengatakan, pelemahan rupiah menguntungkan bagi wisata inbound (dari luar ke dalam negeri), tapi merugikan bagi wisata outbound (dari dalam ke luar negeri). Menurutnya, untuk paketpaket wisata outbound yang sudah deal dengan tarif sekian dolar AS, agen perjalanan harus menanggung risiko kerugian akibat perubahan kurs itu. “Kita enggak bisa renegosiasi karena sudah sepakat harga paketnya segitu,” ujarnya kepada KORAN SINDO di Jakarta kemarin.

Asnawi berharap kerugian di sisi outbound bisa terkompensasi oleh keuntungan di sisi inbound. Namun, melihat posisi rupiah yang terus tertekan hingga ke level Rp13.022 per dolar AS pada Kamis (5/3) lalu, pengusaha travel mulai melakukan penyesuaian tarif guna menghindari kerugian lebih lanjut. Menurut Asnawi, umumnya agen perjalanan juga memiliki kesepakatan kontrak rate dengan hotel-hotel yang berlaku per tahun. Jika terjadi perubahan mendasar dalam kurs seperti saat ini harus segera diantisipasi.

“Kawan-kawan pengusaha sudah menyesuaikan harga-harga paket karena enggak mungkin bisa dipertahankan kalau kurs sudah di atas Rp13.000 per dolar AS. Semua pemain outbound saya rasa hari ini sudah menaikkan tarif,” tandasnya. Menurut Asnawi, besaran kenaikan tarif disesuaikan dengan level penurunan rupiah itu sendiri. Ia mencontohkan, jika depresiasi rupiah sebesar 5%, tarif paket wisata kemungkinan naik sekitar 6%.

Sebagai catatan, dibandingkan posisi awal tahun sebesar Rp12.474 per dolar AS, posisi rupiah hingga Kamis (5/3) melemah hingga 4,39%.“Jadi kemungkinan kita tidak akan naikkan (tarif) terlalu tinggi, maksimum 5% dan hanya untuk paket outbound ,” tandasnya. World Product Manager Pacto Ade Rachmadi mengatakan, kendati pelemahan rupiah menguntungkan bagi bisnis inbound seperti yang dilakukan Pacto, terdapat faktor lain yang bisa menyebabkan wisatawan mancanegara (wisman) terutama asal Eropa berhitung ulang untuk berwisata ke luar negeri.

“Kita lihat mata uang Euro pun melemah terhadap dolar sehingga daya beli orang Eropa untuk berkunjung ke Indonesia atau Asia lebihmahal. Penguatandolar AS terhadapEuro mencapai20%- 30% sehingga turis Eropa harus membayar lebih besar,” tuturnya.

Inda susanti
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
36 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved