Pemerintah Diminta Transparan Soal Perhitungan Harga BBM
Senin, 09 Maret 2015 - 11:38 WIB
Pemerintah Diminta Transparan Soal Perhitungan Harga BBM
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diminta transparan mengenai formula penghitungan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal ini agar tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat bahwa pemerintah atau PT Pertamina (Persero) mengambil untung lebih dari harga yang ditetapkan tersebut.
Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengemukakan, formula mengenai harga pembelian rata-rata, biaya penyimpanan, hingga margin untuk BUMN minyak dan gas (migas) tersebut harus dibuka ke publik.
"Karena, kita mau hitungannya waktu mengumumkan formulanya ditunjukkan seperti apa. Misalnya harga beli rata-rata sekian, biaya penyimpanan sekian, biaya kilangnya sekian, angkutannya sekian, margin Pertamina sekian, PBBKB sekian," ucapnya kepada Sindonews di Jakarta, Senin (9/3/2015).
Dengan demikian, sambung Marwan, masyarakat pun tidak curiga dan tidak mempertanyakan mengenai kenaikan harga BBM. Masyarakat pun nantinya akan terbiasa dengan kenaikan harga BBM tersebut, jika formulasinya telah mereka pahami.
"Kenapa pada saat pengumuman itu sudah tempelin saja, atau buat dalam rilis itu formula yang berlaku seperti ini. Jadi orang tidak mempertanyakan, ini kok naik?" pungkas dia.
Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengemukakan, formula mengenai harga pembelian rata-rata, biaya penyimpanan, hingga margin untuk BUMN minyak dan gas (migas) tersebut harus dibuka ke publik.
"Karena, kita mau hitungannya waktu mengumumkan formulanya ditunjukkan seperti apa. Misalnya harga beli rata-rata sekian, biaya penyimpanan sekian, biaya kilangnya sekian, angkutannya sekian, margin Pertamina sekian, PBBKB sekian," ucapnya kepada Sindonews di Jakarta, Senin (9/3/2015).
Dengan demikian, sambung Marwan, masyarakat pun tidak curiga dan tidak mempertanyakan mengenai kenaikan harga BBM. Masyarakat pun nantinya akan terbiasa dengan kenaikan harga BBM tersebut, jika formulasinya telah mereka pahami.
"Kenapa pada saat pengumuman itu sudah tempelin saja, atau buat dalam rilis itu formula yang berlaku seperti ini. Jadi orang tidak mempertanyakan, ini kok naik?" pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :