Menteri ESDM Mendadak Bantah Tarif Listrik April Naik

Senin, 09 Maret 2015 - 17:53 WIB
Menteri ESDM Mendadak...
Menteri ESDM Mendadak Bantah Tarif Listrik April Naik
A A A
LHOKSEUMAWE - Menanggapi rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk golongan rumah tangga pada April 2015, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said membantahnya. Padahal sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengumumkan pelanggan dengan daya 1.300 dan 2.200 VA akan mengalami kenaikan tarif listrik (tariff adjustment).

Menurut Sudirman, pemerintah masih menghitung faktor yang memengaruhi kenaikan tarif tersebut, di antaranya inflasi, harga minyak dunia, dan pelemahan mata uang rupiah terhadap dollar AS. "Tarif rumah tangga belum ada keputusan. Belum akan diberlakukan April," ujarnya, di sela-sela peresmian Terminal Penerimaan dan Regasifikasi Arun, Lhokseumawe, Aceh Senin (9/3/2015).

Di sisi lain, Sudirman menyambut baik instruksi presiden untuk tidak menaikan tarif listrik bagi golongan industri. Sebab, industri harus didorong agar terus berkembang. (Baca: Jokowi Pilih Turunkan Tarif Listrik Industri)

"Biasanya memang untuk industri lebih rendah dari rumah tangga. Sehingga, diarahkan adalah ada efisiensi dari pembangkit BBM menggunakan gas dan dari batu bara ke gas. Itu yang dipakai sehingga tarif tidak perlu naik," katanya.

Dia mengatakan, listrik menjadi pendorong industri untuk menggerakkan perekonomian dan pertumbuhan ekonomi. "Logikanya semakin maju industri maka semakin murah energi," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakil DPR Komisi VII DPR Satya W Yudha menuturkan, efisiensi PLN dihitung tidak hanya berdasarkan serapan gas untuk pembangkit. Namun, pemerintah juga harus melihat pengaruh lain dari biaya pokok produksi (bpp) PLN.

"Kalau konsumsi pembangkit BBM terus didorong diturunkan, tapi biaya sewa ke swasta tinggi maka tidak ada efisiensi," katanya.

Satya beranggapan, efisiensi yang dilakukan pemerintah terhadap penggunaan gas untuk pembangkit belum optimal. "Kita mesti melihat kenyataan pemanfaatan gas belum optimal. Percepatan pembangkit 10.000 megawatt (MW) tahap pertama saja masih 70% jadi butuh effort," pungkasnya.

(Baca: Tarif Listrik April Naik)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian ESDM Sebut...
Kementerian ESDM Sebut Tarif Listrik Berpotensi Turun, Ini Sebabnya
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga Akhir Tahun, Kementerian ESDM Beberkan Alasannya
Soal Potensi Kenaikan...
Soal Potensi Kenaikan Tarif Listrik Usai Juni 2024, Kementerian ESDM Buka Suara
Tarif Listrik Periode...
Tarif Listrik Periode Juli-September 2020 Tidak Naik
Sampai Juni 2024, Tarif...
Sampai Juni 2024, Tarif Listrik Non Subsidi Dipastikan Tidak Naik
Kementerian ESDM Pastikan...
Kementerian ESDM Pastikan Tarif Listrik Periode Januari-Maret 2021 Tidak Naik
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
20 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
31 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved