Wijaya Karya Raih Kontrak Rp3,44 Triliun

Selasa, 10 Maret 2015 - 09:53 WIB
Wijaya Karya Raih Kontrak...
Wijaya Karya Raih Kontrak Rp3,44 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) hingga pekan pertama Maret 2015 memperoleh kontrak baru sebesar Rp3,44 triliun.

Kontrak baru tersebut mencapai 10,87% dari target kontrak sepanjang tahun ini senilai Rp31,64 triliun. Corporate Secretary Wijaya Karya Suradi mengatakan, perseroan menargetkan pada tahun ini akan memperoleh total kontrak dihadapi sebesar Rp54,39 triliun yang terdiri dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp31,64 triliun dan kontrak bawaan (carry over ) dari tahun 2014 sebesar Rp22,75 triliun.

Beberapa proyek yang telah diperoleh hingga pekan pertama Maret 2015, di antaranya proyek Bendungan Keureto Aceh Rp403 miliar, proyek tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Tahap I Rp355 miliar, proyek jalan layang non tol (JLNT) Ciledug Rp351 miliar, proyek Oe-Cusse Airport Timor Leste USD92 juta. “Selain itu, proyek Funtasy Island di Pulau Manis, Batam, Rp161 miliar dan proyek pembangunan konstruksi runway di Bandara Samarinda Baru Rp124,20 miliar,” katanya di Jakarta kemarin.

Emiten konstruksi pelat merah ini juga akan menggarap proyek Bendungan Keureto di Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Aceh senilai Rp1,7 triliun dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera). Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 tersebut akan dikerjakan dalam beberapa paket.

Adapun WIKA memperoleh Paket II berupa pekerjaan pembangunan terowongan pengelak dan waterway dengan nilai Rp403 miliar. “Tipe bendungan ini adalah urukan random dengan luas genangan 896,39 hektare, panjang 386 meter dan tinggi 74 meter,” tambahnya.

Suradi mengatakan, bendungan ini didesain untuk menyediakan tampungan khusus banjir yang mampu meredam dan mereduksi debit banjir sampai dengan periode ulang 50 tahun, mengairi irigasi seluas 13.834 hektare, PLTA sebesar 6.340 MW, penyediaan air baku sebesar 30,50 m/detik, konservasi sumber daya alam, dan pariwisata.

Sebelumnya, WIKA juga telah melakukan penandatanganan kontrak proyek pengembangan baru Bandara Oe- Cusse di Kementerian Pekerjaan Umum Republik Demokratik Timor Leste, Dili.

Proyek dengan total nilai kontrak sebesar USD92 juta tersebut ditandatangani Direktur Operasi III Destiawan Soewardjono dan disaksikan Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo serta perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Demokratik Timor Leste.

Rencananya proyek ini dikerjakan selama 690 hari kalender kerja dengan lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi eksisting bandara, perpanjangan runway dari 1,5 km menjadi 2,5 km. Analis sektor properti PT Indo Premier Securities Natalia Sutanto dalam risetnya menjelaskan, diperkirakan margin perseroan di semua lini pada tahun 2015 menurun karena kenaikan biaya financing untuk keperluan modal kerja.

“Maka, laba WIKA pada tahun 2014- 2015 diperkirakan turun masing- masing 6% dan 11% menjadi masing-masing Rp594 miliar dan Rp768 miliar,” kata Natalia.

Heru febrianto
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
20 menit yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
1 jam yang lalu
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
2 jam yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
3 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
3 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved