Zona Euro Dinilai Terus Tertekan

Selasa, 10 Maret 2015 - 09:54 WIB
Zona Euro Dinilai Terus...
Zona Euro Dinilai Terus Tertekan
A A A
LONDON - Zona euro tidak layak dalam bentuknya saat ini. Penilaian itu diungkapkan salah seorang manajer investasi paling sukses di Inggris, Neil Woodford.

Woodford yang membangun perusahaan investasinya tahun lalu menjelaskan, konsep zona euro saat ini cacat dan tekanan akan terus meningkat di kawasan itu. “Sederhananya, menganggap Yunani adalah Jerman merupakan kesalahan mendasar,” ungkapnya kepada BBC World News.

Dia juga menjelaskan, ketidakpastian keanggotaan Inggris di Uni Eropa (UE) dapat memukul perekonomian Inggris. Partai Konservatif berjanji menggelar referendum mengenai keanggotaan Inggris di UE jika menang pada pemilu tahun ini.

Referendum akan digelar setelah David Cameron, jika dia tetap menjadi perdana menteri setelah Mei, menyatakan akan menegosiasikan ulang persyaratan keanggotaan Inggris di UE. “Referendum saya pikir akan mengurangi investasi eksternal, investasi internasional di Inggris. Ini akan menciptakan ketidakpastian,” ujar Woodford.

Woodford dinilai sebagai salah satu manajer investasi dengan kinerja paling baik di Inggris. Dia meraih popularitas selama 25 tahun kariernya di Invesco Perpetual dengan berbagai pendapatnya tentang investasi. Dia terkenal atas strateginya menolak berinvestasi di saat terjadi meledaknya bisnis dotcom pada akhir 1990-an dan awal 2000-an.

Woodford menciptakan reputasinya bersama Invesco Perpetual. Dia keluar dari perusahaan itu tahun lalu untuk meluncurkan perusahaannya sendiri, Woodford Investment Management.

Di lain pihak, anggota parlemen dari kubu konservatif yang dipimpin Kanselir Jerman Angela Merkel, Peter Ramsauer, menganggap keluarnya Yunani dari zona euro merupakan peluang besar bagi negara itu untuk mendorong perekonomian.

Pernyataan Ramsauer itu menunjukkan perubahan sentimen Jerman terhadap isu keluarnyaYunanidari zonaeuro. Ramsauer merupakan mantan menteri transportasi di bawahMerkeldankepalakomite urusan ekonomi di parlemen Jerman. Dia menulis di harian terlaris di Jerman, Bild , kemarin, tentang Yunani.

Meskipun tidak lagi menjadi anggota pemerintahan, Ramsauer dianggap sebagai politisi paling berpengaruh di kubu Merkel yang mendukung keluarnya Yunani dari zona euro. “Dengan keluar dari zona euro, seperti yang diungkapkan Menteri Keuangan (Wolfgang) Schaeuble, negara itu dapat menjadikan dirinya kompetitif dalam hal mata uang dengan drachma baru,” papar Ramsauer yang juga anggota Bavarian Christian Social Union (CSU).

“Ini akan memberi Yunani peluang besar untuk memperbarui perekonomian dan pemerintahannya, membuat dirinya layak kembali ke zona euro dari posisi yang lebih kuat.”

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
33 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved