Gara-gara Mata Uang Dunia, CAD Harus Diturunkan

Selasa, 10 Maret 2015 - 16:08 WIB
Gara-gara Mata Uang...
Gara-gara Mata Uang Dunia, CAD Harus Diturunkan
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pihaknya harus menurunkan Current Account Defisit (CAD) karena tren CAD di seluruh dunia juga sedang menurun karena pelemahan nilai mata uang negaranya.

"Ini kami lihat cara untuk penguatan rupiah dilakukan dengan langsung dan tidak langsung. Tidak langsungnya, yakni bahwa kalau dibandingkan beberapa negara lain khsusunya emerging market yang ada pelemahaan mata uang, mereka CAD nya lebih kecil atau dalam tren menurun. Maka secara tidak langsung kita harus menurunkan CAD. Itu sudah given karena sudah komitmen kita," jelas Bambang di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Namun, pemerintah harus terus melakukan kebijakan untuk kurangi CAD tanpa mengganggu program dari pemerintah. Salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan di sektor Neraca perdagangan dan neraca jasa yang akan dikeluarkan dalam jangka pendek dan 1-2 bulan.

"Terus kita akan mengenakan anti dumping sementara dan biaya keamanan sementara. Kata kuncinya adalah sementara ya. Karena ketika kita lihat secara normal kalau ada anti dumping maka ada antisipasinya dilakukan oleh komite perdagangan Indonesia," jelasnya.

Dia mengatakan, hal ini bisa memakan waktu setengah tahun dan dampaknya sudah terjadi maka neraca dagangnya akan terganggu karena banyaknya arus impor yang besar.

"Untuk mengantisipasi lamanya ini, maka kalau ada tuduhan awal baik dumping atau impor yang luar biasa maka kita kenakan bea masuk anti dumping sementara dan bea keamanan sementara. Nanti akan langsung ditarik," ujar Bambang.

Jika dalam penyelidikan tidak terbukti maka pemerintah akan kembalikan uangnya. Namun yang pasti arus impor yang gila-gilaan bisa dikendalikan karena biayanya mahal untuk komoditi.

"Kemudian kita juga akan lakukan revisi tax allowance atau PP 52 selesai akhir bulan ini atau bulan depan dengan memberi fasilitas untuk perusahaan yang ekspor minimal 30% dari total produk," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Ekspor Terus Turun,...
Ekspor Terus Turun, Ekonom Khawatir Akan Ada PHK Massal
Berita Terkini
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
10 menit yang lalu
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
46 menit yang lalu
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
1 jam yang lalu
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
2 jam yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
4 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved