Turunnya Harga Minyak Ganggu Peningkatan Produksi

Selasa, 10 Maret 2015 - 16:50 WIB
Turunnya Harga Minyak...
Turunnya Harga Minyak Ganggu Peningkatan Produksi
A A A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Huku Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menegaskan, turunnya harga minyak dunia menjadi kendala meningkatkan produksi minyak nasional lantaran kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) menurunkan aktivitas pengeboran.

Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Huku Minyakndan Gas Bumi (SKK Migas) Muliawan mengatakan, sejumlah KKKS telah mengurangi kegiatan pemboran lapangan migas yang dikelolanya dalam revisi program kerja dan anggaran atau work plan and budget (WP&B) yang akan diajukan April 2015.

"Pengurangan kegiatan sudah dilaporkan, tapi sejauh ini tidak mengganggu pencapaian target produksi minyak nasional," kata dia di Lhokseumawe Aceh Utara, Selasa (10/3/2015).

Sebagai informasi, target produksi minyak nasional tahun ini dipatok 825 ribu barel per hari (bph) dan gas 7.079 BBTUD. Dalam mencapai target itu, SKK Migas menargetkan 25 proyek migas baru yang berproduksi tahun ini, termasuk Lapangan Bukit Tua dan Blok Cepu, dengan target produksi 124.000 barel minyak per hari, dan 165,7 MMSCFD.

Tidak hanya itu, akan ada 12 proyek yang dikerjakan PT Pertamina EP yang on stream tahun ini. Kebanyakan proyek tersebut akan mulai mengalirkan minyak sekitar 9.227 bph pada kuartal I tahun ini.

Sementara proyek lain, seperti proyek Lapangan Securai, Rantau, Talang Jimar, Prabumulih Barat Ph 1, dan Subang baru mencapai puncak produksi pada tahun depan.

Pertamina West Madura Offshore juga akan menambah produksi sebanyak 1.000 bph dan 10 MMSCFD gas dari produksi POD Integrasi PHE 6/12, 7, 24, 44, dan 48. Kemudian Pertamina Offshore North West Java akan mulai memproduksikan Lapangan GG, YY, dan FSB dengan produksi 1.727 barel per hari dan 14 MMSCFD.

Total E&P Indonesie juga akan mengoperasikan dua proyek baru, yakni Bekapai Phase 2B dan South Mahakam-3, dengan masing-masing produksi 799 bph dan 448 boh. Terakhir, Chevron Pacific Indonesia (CPI Rokan) memulai produksi Lapangan Petapahan dengan produksi sebesar 1.605 bph.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
15 menit yang lalu
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
20 menit yang lalu
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
33 menit yang lalu
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
34 menit yang lalu
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
47 menit yang lalu
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved