Stok Beras Bulog Bali Aman hingga Lima Bulan
Rabu, 11 Maret 2015 - 00:41 WIB
Stok Beras Bulog Bali Aman hingga Lima Bulan
A
A
A
DENPASAR - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Bali menyatakan, stok beras di Bali masih aman untuk lima bulan ke depan. Stok tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota yang ada di Bali.
"Stok yang ada saat ini sebanyak 13.910 ton dan tersebar di semua kabupaten dan kota yang ada di Bali," kata Kepala Bulog Divre Bali, I Wayan Budita saat dihubungi via telepon di Denpasar, Selasa (10/03/2015).
Menurutnya, jumlah tersebut cukup untuk persediaan lima bulan ke depan dalam rangka mengatasi tingginya harga beras di Bali yang sebelumnya mencapai sekitar Rp12 ribu per kilogram.
Saat ini Bulog tengah bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan baik provinsi maupun kabupaten untuk terus melakukan operasi pasar dengan menjual beras seharga Rp7.500 per kg.
Dia mengatakan, saat operasi pasar setiap harinya menghabiskan beras sekitar 3-4 ton. "Kami menyasar pasar tradisional dalam mengadakan operasi pasar ini bagi rakyat kecil yang banyak berada di pasar tradisional," ungkapnya.
Selama operasi pasar yang digelar selama 10 hari berturut-turut ini, kata Budita, harga beras di Bali mulai kembali normal. "Sekarang ini harga beras turun sekitar Rp1.500 per kg. Ini dampak dari operasi pasar yang kami adakan untuk menyalurkan beras ke masyarakat," tutup dia.
"Stok yang ada saat ini sebanyak 13.910 ton dan tersebar di semua kabupaten dan kota yang ada di Bali," kata Kepala Bulog Divre Bali, I Wayan Budita saat dihubungi via telepon di Denpasar, Selasa (10/03/2015).
Menurutnya, jumlah tersebut cukup untuk persediaan lima bulan ke depan dalam rangka mengatasi tingginya harga beras di Bali yang sebelumnya mencapai sekitar Rp12 ribu per kilogram.
Saat ini Bulog tengah bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan baik provinsi maupun kabupaten untuk terus melakukan operasi pasar dengan menjual beras seharga Rp7.500 per kg.
Dia mengatakan, saat operasi pasar setiap harinya menghabiskan beras sekitar 3-4 ton. "Kami menyasar pasar tradisional dalam mengadakan operasi pasar ini bagi rakyat kecil yang banyak berada di pasar tradisional," ungkapnya.
Selama operasi pasar yang digelar selama 10 hari berturut-turut ini, kata Budita, harga beras di Bali mulai kembali normal. "Sekarang ini harga beras turun sekitar Rp1.500 per kg. Ini dampak dari operasi pasar yang kami adakan untuk menyalurkan beras ke masyarakat," tutup dia.
(izz)
Lihat Juga :