Rupiah Berakhir Makin Nelangsa ke Rp13.233/USD
Rabu, 11 Maret 2015 - 16:31 WIB
Rupiah Berakhir Makin Nelangsa ke Rp13.233/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup makin nelangsa seiring berakhirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona merah.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.233/USD. Posisi itu terdepresiasi 112 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp13.121/USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp13.202/USD, dengan kisaran harian Rp13.122-Rp13.254/USD. Posisi tersebut memburuk 67 poin dibanding hari sebelumnya di Rp13.135/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg sore hari ini pada level Rp13.192/USD. Posisi tersebut anjlok 98 poin dibanding dengan penutupan Selasa (10/3/2015) di level Rp13.094/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada lebelRp13.196/USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp13.145/USD dan terlemah di level Rp13.245/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.164/USD. Posisi ini melemah 5 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.059/USD.
(Baca: Rupiah Siang Ini di Level Rp13.216/USD)
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, makin melemahnya rupiah karena tingginya permintaan USD di dalam negeri di tengah meluasnya risk aversion yang berpotensi menghambat aliran dana ke pasar keuangan Indonesia.
"Pelemahan yang turut dialami mata uang regional, ikut berdampak negatif untuk rupiah," kata dia, Rabu (11/3/2015).
Menurut dia, tekanan juga dialami pasar obligasi yang terjadi sejak pekan lalu. Berkurangnya persentase kepemilikan asing atas Surat Berharga Negara (SBN) mengindikasikan turunnya minat beli untuk sementara waktu.
Dia menilai, BI senantiasa memonitor pergerakan rupiah dan tidak segan untuk melakukan intervensi jika diperlukan untuk mengamankan nilai tukar rupiah.
"Komitmen BI ini menjadi faktor psikologis yang akan menahan depresiasi rupiah lebih jauh, mengingat pelemahan rupiah lebih banyak disebabkan oleh sentimen global," tuturnya.
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona merah karena meningkatnya aksi jual investor asing. IHSG terkoreksi 43,36 poin atau 0,79% ke level 5.419,57.
(Baca: Rupiah Kian Melemah Bakal Berdampak ke Emiten)
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.233/USD. Posisi itu terdepresiasi 112 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp13.121/USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp13.202/USD, dengan kisaran harian Rp13.122-Rp13.254/USD. Posisi tersebut memburuk 67 poin dibanding hari sebelumnya di Rp13.135/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg sore hari ini pada level Rp13.192/USD. Posisi tersebut anjlok 98 poin dibanding dengan penutupan Selasa (10/3/2015) di level Rp13.094/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada lebelRp13.196/USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp13.145/USD dan terlemah di level Rp13.245/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.164/USD. Posisi ini melemah 5 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.059/USD.
(Baca: Rupiah Siang Ini di Level Rp13.216/USD)
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, makin melemahnya rupiah karena tingginya permintaan USD di dalam negeri di tengah meluasnya risk aversion yang berpotensi menghambat aliran dana ke pasar keuangan Indonesia.
"Pelemahan yang turut dialami mata uang regional, ikut berdampak negatif untuk rupiah," kata dia, Rabu (11/3/2015).
Menurut dia, tekanan juga dialami pasar obligasi yang terjadi sejak pekan lalu. Berkurangnya persentase kepemilikan asing atas Surat Berharga Negara (SBN) mengindikasikan turunnya minat beli untuk sementara waktu.
Dia menilai, BI senantiasa memonitor pergerakan rupiah dan tidak segan untuk melakukan intervensi jika diperlukan untuk mengamankan nilai tukar rupiah.
"Komitmen BI ini menjadi faktor psikologis yang akan menahan depresiasi rupiah lebih jauh, mengingat pelemahan rupiah lebih banyak disebabkan oleh sentimen global," tuturnya.
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona merah karena meningkatnya aksi jual investor asing. IHSG terkoreksi 43,36 poin atau 0,79% ke level 5.419,57.
(Baca: Rupiah Kian Melemah Bakal Berdampak ke Emiten)
(rna)