Giliran Kedelai Naik, Pengusaha Tahu-Tempe Menjerit

Rabu, 11 Maret 2015 - 16:36 WIB
Giliran Kedelai Naik,...
Giliran Kedelai Naik, Pengusaha Tahu-Tempe Menjerit
A A A
BATAM - Harga kedelai yang terus naik akibat penguatan dolar Amerika Serikat (USD) membuat pelaku industri kecil tahu-tempe di sejumlah daerah menjerit. Pemerintah didesak segera melakukan intervensi untuk mengendalikan kedelai di tengah kenaikan harga kebutuhan lainnya.

Ketua Umum Koperasi Produsen Makanan Minuman Tahu Tempe Kota Batam, Obos Bastaman menyebutkan, pelemahan rupiah atas mata uang asing sangat berdampak terhadap pelaku usaha. Di mana bahan baku kedelai yang merupakan impor melonjak. Kondisi tersebut diperparah pasokan kedelai pasca Imlek menurun.

Dia menuturkan, saat libur Imlek para eksportir kedelai berhenti memasok kebutuhan untuk Batam sehingga komoditas ditimbun di Malaysia menyebabkan kualitas buruk.

"Sangat berdampak, sekarang dolar Singapura dan USD naik, belum lagi dengan liburan Imlek. Harga dan kacangnya amburadul karena mungkin banyak penimbunan di Pasar Gudang (Malaysia)," ungkapnya, Rabu (11/3/2015).

Menurutnya, untuk menyiasati pasokan kedelai para perajin mengambil dari Pekanbaru yang merupakan pasokan dari Amerika Serikat dengan harga Rp385 ribu per 50 kilogram untuk pembelian minimal 5 ton. Namun, harga itu juga dianggap terlalu mahal lantaran dari distributor di Batam komoditas dijual dengan kisaran Rp400 ribu hingga Rp450 ribu untuk pembelian per karung.

Deviasi perbedaan harga ini disinyalir sebagai bentuk permainan kartel kedelai di Batam yang selalu menyulitkan perajin tahu dan tempe sejak lama. Dugaan kartel ini juga rencananya akan disampaikan ke Kementerian Koperasi dan UKM.

Menurut Obos, gejolak harga kedelai selama ini terus menekan industri kecil menengah (IKM) lantaran harga kedelai dipatok lebih murah untuk pembelian 5 ton sampai 10 ton. Obos sendiri menilai fluktuasi harga kedelai akibat kenaikan dolar merupakan masalah klasik yang belum diselesaikan.

"Gonjang ganjing harga kedelai membuat kami khawatir meski ini penyakit lama. Seharusnya kedelai harus ada standar harga jangan sampai naik turun karena tidak ada kontrol. Kalau gini terus IKM yang kecil makin sulit," ujarnya.

Berdasarkan perhitungan Koperasi Produsen Makanan Minuman Tahu Tempe, harga ideal kedelai yang bisa diterima perajin berkisar Rp285 ribu hingga Rp300 ribu. Melalui harga itu perajin bisa menjual harga tahu dan tempe dengan harga kompetitif.

"Jangan sampai ke Rp400 ribu sampa Rp450 ribu. Gimana IKM mau hidup, enggak mungkin jadi usaha tambah ban. Hancurlah kami kalau tidak ada campur tangan pemerintah," tandas Obos.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
9 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
33 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
Jadwal MotoGP Mandalika...
Jadwal MotoGP Mandalika 2025, Mampukah Marc Marquez Naik Podium?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved