Perusahaan Tambang Didorong Bangun PLTU

Kamis, 12 Maret 2015 - 10:19 WIB
Perusahaan Tambang Didorong...
Perusahaan Tambang Didorong Bangun PLTU
A A A
JAKARTA - Pemerintah mendorong perusahaan tambang membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang.

Seiring dengan itu, porsi batu bara untuk kebutuhan dalam negeri pun akan terus ditingkatkan. “Kami mendorong untuk meningkatkan penggunaan di dalam negeri dan mendorong untuk membangun PLTU mulut tambang, dan mereka mau,” ujar Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sujatmiko di Jakarta kemarin.

Menurut Sujatmiko, saat ini perusahaan batu bara yang telah membangun PLTU mulut tambang antara lain PT Adaro Energy Tbk, PT Pesona Khatulistiwa Nusantara, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Sejumlah perusahaan batu bara lainnya juga tengah bersiap membangun PLTU mulut tambang, di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk dan PT Delma Mining.

Dengan semakin banyaknya PLTU berbahan bakar batu bara, serapan komoditas itu di dalam negeri terus meningkat. Kepala Divisi Batu Bara PT PLN (Persero) Helmy Najamudin mengatakan, kebutuhan batu bara untuk PLTU dengan total kapasitas 25.000 MW akan mencapai 100 juta ton per tahun.

Adapun, pemerintah tengah menggencarkan pembangunan proyek pembangkit listrik berkapasitas total 35.000 MW hingga lima tahun ke depan. “Karena 1 MW saja perlu 4.000 ton, sehingga 25.000 MW artinya perlu pasokan 100 juta ton,” jelas dia.

Tahun ini PLN memperkirakan kebutuhan batu bara untuk PLTU mencapai 82 juta ton, meningkat dibanding kebutuhan tahun lalu yang sebesar 70 juta ton. PLN memperkirakan, kebutuhan batu bara untuk PLTU pada 2019 akan mencapai 200 juta ton.

Helmy mengatakan, pertumbuhan kebutuhan listrik saat ini mencapai 10% per tahun. Karena itu, produsen batu bara nantinya siap untuk memasok kebutuhan dalam negeri sesuai kapasitas PLTU yang ada. Sepanjang 2015 produksi batu bara nasional ditargetkan sebesar 425 juta ton dengan ekspor 323 juta ton dan domestik 102 juta ton.

Pada 2016, dari total produksi batu bara yang ditargetkan sebesar 419 juta, ekspor dialokasikan sebesar 308 juta ton dan domestik 111 juta ton. “Ekspor (batu bara) suatu hari akan 0%, yang jelas harus win-win solution dan perubahannya smooth. Produsen diuntungkan, pemerintah juga diuntungkan,” tuturnya.

Presiden Direktur PT Adaro Power, anak usaha Adaro Energy, Mohammad Effendi mengatakan, pihaknya mendukung penuh program percepatan pembangunan pembangkit listrik yang dicanangkan pemerintah.

“PLN akan mengerjakan 10.000 MW kemudian sisanya investor. Kalau tiap tahun targetnya 5.000 MW, saya rasa kami siap ambil bagian tender,” ungkapnya.

Nanang wijayanto
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved