Kinerja Industri Hasil Tembakau Turun

Kamis, 12 Maret 2015 - 10:19 WIB
Kinerja Industri Hasil...
Kinerja Industri Hasil Tembakau Turun
A A A
JAKARTA - Kinerja industri hasil tembakau (IHT) nasional pada tahun lalu mencapai 334,4 miliar batang, turun dari realisasi 2013 sebesar 339,6 miliar.

Beberapa faktor yang mengakibatkan penurunan IHT di antaranya penerapan ketentuan peringatan kesehatan bergambar dan implementasi pajak daerah. “Selain itu juga karena adanya pergeseran preferensi konsumen yang mengakibatkan penutupan pabrik dan PHK massal di segmen sigaret kretek tangan (SKT), serta diakhiri dengan pengumuman kenaikan tarif cukai untuk Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015,” kata Ketua Harian Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moeftie di Jakarta kemarin.

Pasar rokok di Indonesia, menurut Moeftie, masih didominasi oleh rokok kretek, baik SKT maupun sigaret kretek mesin (SKM) yang mencapai 94% dari total volume industri. Sedangkan, segmen sigaret putih mesin (SPM) kurang dari 6%. “Khusus di segmen SPM, dari 2009 hingga 2014, volume produksi tidak pernah melampaui 6,5% dari total industri rokok nasional. Segmen SPM terbilang relatif kecil, bahkan, volumenya terus mengalami penurunan sejak 2013,” paparnya.

Moeftie menilai, secara historis pasar segmen SPM pernah menyentuh 40% dari total volume produksi industri nasional pada 1980. Namun dengan semakin populernya rokok kretek di Indonesia, khususnya segmen SKM, volume produksi segmen SPM tergerus dari tahun ke tahun, hingga mencapai 5,7% dari total volume produksi nasional pada 2014.

“Sangat sulit atau bahkan mustahil bagi segmen SPM untuk dapat kembali pada posisinya seperti tahun 1980 karena preferensi konsumen perokok dewasa bukanlah hal yang mudah untuk berubah. Namun, segmen SPM tetap merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam IHT Indonesia dan perlu mendapatkan perlindungan,” ujarnya.

Moeftie menambahkan, tahun ini akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi IHT, khususnya bagi segmen SPM. Berdasarkan APBN 2015, kenaikan tarif cukai rata-rata untuk segmen SPM mencapai 12%, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan segmen- segmen lainnya.

“Tantangan tersebut akan bertambah dengan adanya pengumuman pemerintah mengenai APBN-P 2015 yang berencana untuk menaikkan target cukai rokok sebesar 27%. Rencana kenaikan yang sangat drastis ini tentunya akan sangat membebani seluruh IHT, khususnya segmen SPM,” tuturnya.

Selain permasalahan fiskal, IHT juga dihadapkan pada regulasi eksesif seperti Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.1/ 2015 (Pergub No 1/ 2015) tentang larangan penyelenggaraan reklame rokok dan produk tembakau pada media luar ruang.

Peraturan ini bertentangan dengan Peraturan Daerah DKI Jakarta No 9/2014 tentang penyelenggaraan reklame (Perda No.9/2014) maupun Peraturan Pemerintah No 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan (PP No.109/2012).

Pada ketentuan Perda No 9/2014 dan PP No109/2012, iklan rokok di media luar ruang tetap dapat dilakukan di areaarea tertentu dan tidak boleh dilakukan pada jalan protokol atau utama, bukan pelarangan total seperti yang diatur dalam Pergub No 1/2015.

Oktiani endarwati
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
23 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
31 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
48 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved