Jokowi Sebut Pelemahan Rupiah 1998 Lebih Parah
Kamis, 12 Maret 2015 - 12:41 WIB
Jokowi Sebut Pelemahan Rupiah 1998 Lebih Parah
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) saat ini tidak separah seperti yang terjadi pada 1998.
Menurut dia, pada saat krisis moneter pada 17 tahun silam tersebut menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD terjadi sangat drastis.
"Jangan dibandingkan dengan 1998, pelemahan nilai tukar USD (saat itu) dari Rp2.000/USD ke Rp15.000/USD," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/3/2015).
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, yang paling penting saat ini bahwa Bank Indonesia (BI) sudah menjaga volatilitas nilai tukar rupiah dengan baik.
"Akan keluar kebijakan yang akan memberi stimulasi agar perekonomian bisa bergerak kembali dengan baik. Yang jelas, akan diberikan insentif dan tax allowance. Konkretnya menteri yang akan menyampaikan," jelas Jokowi.
Kemarin, rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.233/USD. Sementara posisi rupiah siang ini di level Rp13.197/USD.
Adapun posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.176/USD. Posisi ini melemah 12 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.164/USD.
Menurut dia, pada saat krisis moneter pada 17 tahun silam tersebut menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD terjadi sangat drastis.
"Jangan dibandingkan dengan 1998, pelemahan nilai tukar USD (saat itu) dari Rp2.000/USD ke Rp15.000/USD," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/3/2015).
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, yang paling penting saat ini bahwa Bank Indonesia (BI) sudah menjaga volatilitas nilai tukar rupiah dengan baik.
"Akan keluar kebijakan yang akan memberi stimulasi agar perekonomian bisa bergerak kembali dengan baik. Yang jelas, akan diberikan insentif dan tax allowance. Konkretnya menteri yang akan menyampaikan," jelas Jokowi.
Kemarin, rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.233/USD. Sementara posisi rupiah siang ini di level Rp13.197/USD.
Adapun posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.176/USD. Posisi ini melemah 12 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.164/USD.
(rna)