Sofyan Masih Menghitung Soal Paket Kebijakan Ekonomi

Jum'at, 13 Maret 2015 - 15:38 WIB
Sofyan Masih Menghitung...
Sofyan Masih Menghitung Soal Paket Kebijakan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, paket kebijakan ekonomi yang dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin masih akan dilakukan penghitungan. Saat ini belum bisa diumumkan karena harus keluar beberapa peraturan.

"Nanti akan dihitung berapa, belum bisa sekarang ini. Harus ada keluar Perpres, Permenkeu, Inpres dan lainnya. Ini yang sedang kita siapkan," ujar dia di Kantor Kemenko Perkenomian, Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Soal kebijakan atau policy, Sofyan mengaku sudah ada. Namun, instruksi presiden (Inpres) dan yang lainnya yang belum ada. "Sehingga, ketika ditanya ini berapa persen dan lainnya berapa, harus ada dasar hukumnya dulu dan sebabnya," kata Sofyan.

Memang soal kebijakan ini, butuh respon dan tindakan yang cepat. Namun, pihaknya masih menahan karena baik dirinya maupun pihak terkait harus menghitung kembali. Ada komponen-komponen yang belum tepat penghitungannya.

"Betul, tunggu sebentar deh, ini saya hitung lagi. Misalnya insentif pajak untuk melakukan investasi yang orientasi ekspor porsinya 30%. Itu berapa dapat insentifnya. Kalau lakukan reinvestasi profit/dividen, berapa tahun. Ada formulasinya, misalnya ekspor sekian persen, berapa pajak diberikan," terang dia.

Untuk konten lokal yang utamanya di ekspor juga akan dihitung lagi terutama dalam hal pemberian insentif terhadap Research and Development (R&D).

"Ada juga memberikan insentif kepada R&D, juga konten lokal. Tapi yang paling utama yang ekspor itu. Berapa lama, berapa persen, itu dihitung dulu," pungkasnya.

(Baca: Sofyan Menghadap Jokowi Bahas Paket Kebijakan Ekonomi)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved