Pengusaha Minta Pemerintah Beri Solusi Soal Rupiah
Jum'at, 13 Maret 2015 - 17:32 WIB
Pengusaha Minta Pemerintah Beri Solusi Soal Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia untuk DKI Jakarta Juswandi Kristanto mengatakan, perusahaan tidak perlu merumuskan kebijakan atau solusi atas pelemahan rupiah kali ini. Namun, pemerintah yang harus memberikan solusi dan kebijakan soal kondisi pelemahan rupiah.
Pemerintah harusnya bisa menekan dolar Amerika Serikat (USD) sangat baik dengan membatasi penggunaan USD di dalam negeri terhadap perusahaan-perusahaan besar yang gunakan dolar.
"Enggak ada solusi dari kita, pemerintah yang harusnya cari solusi untuk menekan dolar ini agar jangan naik terus. Kalau naik terus, habislah kita," ujarnya ketika berbincang bersama Sindonews di Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Menurutnya, jika semua barang-barang naik akibat ketidakperkasaan rupiah, kasihan untuk masyarakat menengah ke bawah. Demikian juga untuk pengusaha, karena pengusaha pasti ingin untung. "Mereka pasti ingin untung, enggak mungkin mereka mau rugi. Efeknya juga bersambung-sambung," imbuh dia.
Dia mengakui jika terjadi kenaikan tarif maka banyak masyarakat yang protes. "Orang awam enggak pernah tahu kondisi kita. Pasar kita kebanyakan orang awam. Mereka protes ya protes saja. Kalau naik mereka protes, tapi kan mereka enggak mau tahu naiknya itu kenapa. Karena kenaikan dolar itu," pungkasnya.
Pemerintah harusnya bisa menekan dolar Amerika Serikat (USD) sangat baik dengan membatasi penggunaan USD di dalam negeri terhadap perusahaan-perusahaan besar yang gunakan dolar.
"Enggak ada solusi dari kita, pemerintah yang harusnya cari solusi untuk menekan dolar ini agar jangan naik terus. Kalau naik terus, habislah kita," ujarnya ketika berbincang bersama Sindonews di Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Menurutnya, jika semua barang-barang naik akibat ketidakperkasaan rupiah, kasihan untuk masyarakat menengah ke bawah. Demikian juga untuk pengusaha, karena pengusaha pasti ingin untung. "Mereka pasti ingin untung, enggak mungkin mereka mau rugi. Efeknya juga bersambung-sambung," imbuh dia.
Dia mengakui jika terjadi kenaikan tarif maka banyak masyarakat yang protes. "Orang awam enggak pernah tahu kondisi kita. Pasar kita kebanyakan orang awam. Mereka protes ya protes saja. Kalau naik mereka protes, tapi kan mereka enggak mau tahu naiknya itu kenapa. Karena kenaikan dolar itu," pungkasnya.
(izz)