RI-Malaysia Pererat Kerja Sama Perikanan

Sabtu, 14 Maret 2015 - 13:09 WIB
RI-Malaysia Pererat...
RI-Malaysia Pererat Kerja Sama Perikanan
A A A
JAKARTA - Indonesia dan Malaysia sepakat untuk saling menghormati aturan perikanan di negara masing-masing dan berkomitmen meningkatkan kerja sama investasi di sektor perikanan.

Chairman Lembaga Kemajuan Ikan Malaysia Dato Irmohizam HJ Ibrahim mengatakan, pihaknya menghargai penegakan aturan terkait nelayan dan perikanan di Indonesia. Di sisi lain, ia melihat ada peluang bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama dalam hal perikanan, nelayan, dan budi daya perairan (akuakultur).

“Saya lihat masa depan lebih baik dalam hal memperkuat industri perikanan yang luar biasa antara Indonesia dan Malaysia,” ujarnya di sela-sela pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti yang didampingi Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Seri Zahrain Mohamed Hashim di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta kemarin.

Irmohizam juga mengharapkan adanya penguatan kerja sama ekspor dan impor perikanan. Maklum, Negeri Jiran selama ini banyak mendapatkan pasokan ikan laut dari Indonesia, meski dalam hal akuakultur mereka unggul. Tercatat, pada 2013 Malaysia mengimpor ikan dari Indonesia sebanyak 30.000 metrik ton dengan nilai lebih dari 600 juta ringgit.

“Pasokan ikan di Indonesia perlu untuk membantu pasaran di Malaysia,” tuturnya. Irmohizam juga menyambut baik ajakan untuk berinvestasi di sektor perikanan di Indonesia, seperti cold storage, industri pengolahan ikan, dan pasar ikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menambahkan, pada prinsipnya pemerintah membuka seluas-luasnya investasi asing di bidang perikanan di Indonesia terutama di sektor hilir seperti industri pengolahan dan cold storage .

“Silakan saja investasi di hilirnya tapi tidak boleh di penangkapan ikan, karena kita ingin nelayan kita punya (tangkapan ikan) laut yang cukup,” tandasnya. Susi menambahkan, komitmen Indonesia-Malaysia untuk saling menghargai aturan di masing-masing negara nantinya akan dikukuhkan dalam bentuk nota kesepahaman.

Kedua negara sepakat untuk membuat patroli bersama, investasi bersama baik cold storage, budi daya, dan bila perlu membangun galangan kapal di Indonesia.

inda susanti
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
7 jam yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
7 jam yang lalu
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
7 jam yang lalu
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
7 jam yang lalu
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
7 jam yang lalu
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
8 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved