Laju Pelemahan IHSG Diperkirakan Berlanjut
Senin, 16 Maret 2015 - 08:23 WIB
Laju Pelemahan IHSG Diperkirakan Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Laju pelemahan lanjutan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dimungkinkan terjadi lantaran belum adanya tanggapan positif dari pelaku pasar mengenai data-data yang ada.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola meeting lines bertahan di area middle bollinger band (MBB). MACD kembali turun dengan histogram negatif yang lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal melanjutkan kenaikan.
"Kami belum mengubah area support untuk pengingat level bawah yang harus dijaga untuk tidak membuka pelemahan lebih lanjut. False signal kembali terjadi, di mana terimbas kembali maraknya aksi jual," ujarnya di Jakarta, Senin (16/3/2015).
Apalagi, dia menambhakna, pada pekan ini akan ada pertemuan The Fed, sehingga pelaku pasar lebih memilih menjauh dari pasar. Dia menyarankan untuk retap mencermati arah pasar dan sentimen yang ada.
Reza memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.385-5.400 dan resisten 5.445-5.466. Laju IHSG akhir pekan lalu sempat mampu melampaui area target resisten 5.445-5.458 meski kembali turun, namun mampu bertahan di atas area target support 5.385-5.400.
Penguatan IHSG pada akhir pekan lalu gagal terpenuhi setelah di awal sesi kedua aksi jual semakin gencar, sehingga tidak mampu melanjutkan kenaikan yang sempat terjadi di awal-awal sesi pertama.
Dia menuturkan, masih berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah yang dianggap telah mengkhawatirkan dan sikap ketidakpercayaan pelaku pasar terhadap sikap tenang yang ditunjukkan pemerintah dan jajarannya terhadap pelemahan nilai tukar rupiah hingga masih jualannya investor asing membuat laju IHSG berbalik melemah dan tidak mampu bangkit hingga akhir sesi.
"Padahal laju bursa saham Asia masih bergerak positif sebagai imbas dari penguatan laju bursa saham AS dan Eropa," ujarnya.
Tidak banyak sektor dan saham yang menguat dan penguatan lebih banyak pada saham-saham lapis kedua. Investor asing kembali melakukan nett sell dari net sell Rp138,16 miliar menjadi net sell Rp464,56 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola meeting lines bertahan di area middle bollinger band (MBB). MACD kembali turun dengan histogram negatif yang lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal melanjutkan kenaikan.
"Kami belum mengubah area support untuk pengingat level bawah yang harus dijaga untuk tidak membuka pelemahan lebih lanjut. False signal kembali terjadi, di mana terimbas kembali maraknya aksi jual," ujarnya di Jakarta, Senin (16/3/2015).
Apalagi, dia menambhakna, pada pekan ini akan ada pertemuan The Fed, sehingga pelaku pasar lebih memilih menjauh dari pasar. Dia menyarankan untuk retap mencermati arah pasar dan sentimen yang ada.
Reza memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.385-5.400 dan resisten 5.445-5.466. Laju IHSG akhir pekan lalu sempat mampu melampaui area target resisten 5.445-5.458 meski kembali turun, namun mampu bertahan di atas area target support 5.385-5.400.
Penguatan IHSG pada akhir pekan lalu gagal terpenuhi setelah di awal sesi kedua aksi jual semakin gencar, sehingga tidak mampu melanjutkan kenaikan yang sempat terjadi di awal-awal sesi pertama.
Dia menuturkan, masih berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah yang dianggap telah mengkhawatirkan dan sikap ketidakpercayaan pelaku pasar terhadap sikap tenang yang ditunjukkan pemerintah dan jajarannya terhadap pelemahan nilai tukar rupiah hingga masih jualannya investor asing membuat laju IHSG berbalik melemah dan tidak mampu bangkit hingga akhir sesi.
"Padahal laju bursa saham Asia masih bergerak positif sebagai imbas dari penguatan laju bursa saham AS dan Eropa," ujarnya.
Tidak banyak sektor dan saham yang menguat dan penguatan lebih banyak pada saham-saham lapis kedua. Investor asing kembali melakukan nett sell dari net sell Rp138,16 miliar menjadi net sell Rp464,56 miliar.
(rna)
Lihat Juga :