Perhutani Rugi Rp144 Miliar dari Pencurian Kayu

Senin, 16 Maret 2015 - 18:08 WIB
Perhutani Rugi Rp144...
Perhutani Rugi Rp144 Miliar dari Pencurian Kayu
A A A
JAKARTA - Perum Perhutani mengalami kerugian hingga Rp144 miliar selama lima tahun terakhir akibat terjadi kelalaian dalam pengawasan hutan yang berujung pada pencurian kayu.

Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar menjelaskan, salah satunya seperti yang terjadi di hutan milik Perhutani di Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Pengawasan yang lemah akibat minimnya supervisi dari mandor yang dipekerjakan.

Cakupan pengawasan mandor yang luas serta jam operasional yang tidak mencapai 24 jam. Ini menjadi alasan mengapa pengawasan Perhutani tidak maksimal.

"Kami memang akui adanya pengawasan yang lemah. Sebetulnya hal itu bersifat resiprokal. Kita memang lengah dan memang ada kesempatan kayu-kayu tersebut diambil para pencuri," ujar dia di Kantornya, Jakarta, Senin (16/3/2015).

Meski menyadari minimnya pengawasan hutan, namun pihaknya masih belum akan menambah mandor. Anggaran disebutkannya belum tersedia. Sementara, untuk membentuk satuan pengawasan hutan itu memerlukan waktu lama.

"Kita kerjakan satu orang mandor per 100 hingga 150 hektare dan itu span of control-nya cukup luas. Terlebih mereka tidak bekerja 24 jam secara penuh, jadi pasti ada lowongnya," jelas Mustoha.

Sekadar informasi, saat ini Perum Perhutani memiliki 7.560 polisi hutan yang tersebar di seluruh wilayah milik Perhutani di Jawa dan Madura. Di mana, konsentrasi utamanya berada di daerah zona merah pencurian seperti Tasikmalaya, Pati, dan Jatirogo.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bukti Perum Perhutani...
Bukti Perum Perhutani Mengembangkan Digitalisasi dan Inovasi dalam Bisnisnya
Dedikasi Perum Perhutani...
Dedikasi Perum Perhutani dalam Transformasi BUMN Berbuah 2 Penghargaan
Tahun 2020 Perum Perhutani...
Tahun 2020 Perum Perhutani RPH Pangandaran Lakukan Tanam Ganti Benih Jati di 116 Hektare
Eks Dirut Perum Perhutani...
Eks Dirut Perum Perhutani Gabung Partai Perindo dan Siap Nyaleg di Dapil III Jateng
Raih Pengakuan Internasional,...
Raih Pengakuan Internasional, Perhutani Siap Penetrasi Pasar Global
Dua Wanita Cantik Ini...
Dua Wanita Cantik Ini Diminta Berhenti di Jalan, Kaget saat Diberi Bibit Tanaman
Berita Terkini
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
6 menit yang lalu
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
16 menit yang lalu
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
56 menit yang lalu
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
1 jam yang lalu
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
1 jam yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
2 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved