Alasan Pemerintah Bebaskan Visa 30 Negara

Selasa, 17 Maret 2015 - 06:27 WIB
Alasan Pemerintah Bebaskan...
Alasan Pemerintah Bebaskan Visa 30 Negara
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memutuskan membebaskan visa untuk turis dari 30 negara. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya hanya empat negara, dan kemudian saat rapat koordinasi (rakor) di Kemenko bidang Perekonomian diusulkan 25 negara.

Lantas apa alasan pemerintah menetapkan bebas visa kepada 30 negara tersebut?

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, awalnya bebas visa diusulkan untuk lima negara, yaitu Rusia, China, Korea, Jepang, dan Australia. Kemudian menyusut menjadi empat, lantaran Australia batal menerima fasilitas tersebut.

"Dari yang pertama kan 5 negara kita tawarkan. Naksir kita. Naksir balik nggak? Ternyata Australia enggak mungkin naksir balik. Sehingga dari lima jadi empat. Nah empat kita maju lagi, daripada berkali-kali bagaimana kalo sekali saja. Kita berhasil meyakinkan semua, termasuk Presiden. Oke kita sekali saja menjadi 30 negara," terangnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/3/2015).

Menurut Arief, pihaknya sama sekali tidak menemukan kesulitan dalam penetapan pembebasan visa untuk 30 negara tersebut. Terlebih, di ASEAN memang telah ada kesepakatan untuk melakukan pembebasan visa.

"Kita jangan inward looking, Malaysia itu udah 164 negara, Thailand 56 negara. Kita baru 15 negara. Poinnya negara lain mudah melakukan itu," tuturnya.

Arief tidak memungkiri, dengan dibebaskannya visa kepada turis dari 30 negara tersebut, Indonesia kehilangan penerimaan dari biaya pembuatan visa setidaknya USD25 per orang. Namun, Indonesia akan mendapatkan penerimaan lain dari pengeluaran turis yang diperkirakan mencapai USD1.200 per masa tinggal 7,7 hari.

"Bebas visa itu pertama sebenarnya untuk pelayanan. Kedua, memang kita kehilangan USD25, tapi saya challenge itu sama dengan kita beli starterpack. Starterpack-nya kita jual mahal, kita boleh enggak jual mahal? Boleh saja kalau kita di dunia jual sendiri. Ternyata starterpak itu dijual juga oleh Thailand dan Malaysia," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pariwisata Indonesia...
Pariwisata Indonesia Bertumbuh Pesat Sepanjang 2025, Raup Devisa USD18,5 Miliar
Tumbuhkan Pariwisata,...
Tumbuhkan Pariwisata, Disbudpar Kota Batam Gelar Parekraf Festival
Pelesiran ke Batam,...
Pelesiran ke Batam, Tidak Afdol Kalau Belum Kunjungi Balerang Bridge
Menteri Sandiaga Uno...
Menteri Sandiaga Uno Pastikan Ekonomi Kreatif Sokong Ekonomi Bangsa
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
2 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
3 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
3 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved