Jokowi Instruksikan Pengusaha Transaksi Pakai Rupiah
Selasa, 17 Maret 2015 - 15:20 WIB
Jokowi Instruksikan Pengusaha Transaksi Pakai Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada seluruh pengusaha Indonesia agar menggunakan mata uang rupiah dalam proses transaksi. Hal ini sebagai upaya menekan permintaan dolar Amerika Serikat (USD) di Indonesia.
"Tadi Presiden (Joko Widodo) mengarahkan agar seluruh pengusaha nasional dalam bertransaksi memakai rupiah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang," ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) usai menyambangi Presiden Jokowi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (17/3/2015).
Menurutnya, hal ini menjadi aksi nyata (affirmative action) dari mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan kedaulatan bagi nilai tukar rupiah. Langkah tersebut dinilai mampu mendongkrak nilai tukar rupiah terhadap USD yang masih melempem.
"Saya pikir sebuah langkah strategis yang cukup luar biasa untuk memberikan kesempatan penguatan rupiah terhadap dolar," katanya.
Bahlil tidak memungkiri, akan ada dampak negatif dan positif dalam kebijakan penggunaan rupiah terhadap kegiatan operasional para pengusaha. Namun, sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pihaknya siap menjalankan perintah untuk bertransaksi menggunakan rupiah.
"Sebagai WNI yang cinta terhadap bangsa kita, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan rupiah. Jadi penggunaan rupiah sebagai bentuk penghormatan kita terhadap kedaulatan ekonomi mata uang kita sendiri. Bahwa ada plus minus itu biasa, dalam usaha itu pasti ada plus minus," pungkasnya.
"Tadi Presiden (Joko Widodo) mengarahkan agar seluruh pengusaha nasional dalam bertransaksi memakai rupiah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang," ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) usai menyambangi Presiden Jokowi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (17/3/2015).
Menurutnya, hal ini menjadi aksi nyata (affirmative action) dari mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan kedaulatan bagi nilai tukar rupiah. Langkah tersebut dinilai mampu mendongkrak nilai tukar rupiah terhadap USD yang masih melempem.
"Saya pikir sebuah langkah strategis yang cukup luar biasa untuk memberikan kesempatan penguatan rupiah terhadap dolar," katanya.
Bahlil tidak memungkiri, akan ada dampak negatif dan positif dalam kebijakan penggunaan rupiah terhadap kegiatan operasional para pengusaha. Namun, sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pihaknya siap menjalankan perintah untuk bertransaksi menggunakan rupiah.
"Sebagai WNI yang cinta terhadap bangsa kita, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan rupiah. Jadi penggunaan rupiah sebagai bentuk penghormatan kita terhadap kedaulatan ekonomi mata uang kita sendiri. Bahwa ada plus minus itu biasa, dalam usaha itu pasti ada plus minus," pungkasnya.
(dmd)