Kawasan Sentul yang Sejuk

Rabu, 18 Maret 2015 - 09:37 WIB
Kawasan Sentul yang...
Kawasan Sentul yang Sejuk
A A A
Cepat atau lambat pengembangan hunian dan pusat bisnis baru akan semakin menjauh dari Jakarta. Harga tanah yang semakin mahal dan terbatas mendorong kalangan pengembang melirik kawasan penyangga Ibu Kota.

Misalnya kawasan Sentul, Bogor, yang menawarkan kesejukan dan keindahan alamnya yang masih asri. Kawasan Sentul, Bogor, dianggap menjadi area yang memberikan potensi perkembangan bisnis properti paling baik saat ini untuk hunian maupun lain-lainnya. Daerah pegunungan ini masih memiliki kondisi udara yang bersih dan segar, serta pemandangan alam yang indah.

Banyaknya intensitas pembangunan tujuh tahun terakhir di daerah ini oleh beberapa pengembang dan investor membuat Sentul memiliki nilai unggul untuk masyarakat menengah ke atas. Apalagi dari segi akses, keberadaan jalan tol Bogor Ring Road (BORR) juga membuat penghuni kawasan ini mudah untuk menjangkau pusat kota.

Sebab, dengan dioperasikannya jalan tol yang menelan biaya investasi sebesar Rp1,3 triliun tersebut, masyarakat di Kecamatan Bogor Utara, Tanah Sareal, dan Bogor Barat apabila akan masuk jalan tol Jagorawi (untuk menuju Jakarta atau Ciawi), tidak perlu lagi masuk ke pusat Kota Bogor (Baranangsiang).

Dengan demikian, masyarakat bisa terhindar dari kemacetan yang sering terjadi di daerah tersebut. Sektor pariwisata daerah ini juga tengah berkembang. Jungleland, misalnya, salah satu potensi wisata Sentul yang paling banyak dikunjungi warga Jakarta dan sekitarnya pada akhir pekan. Menurut Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers International, perusahaan konsultan dan manajemen properti, mengatakan, sentra hunian menengah bawah akan bergeser ke wilayah Jonggol dan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Bahkan, dalam jangka panjang bisa sampai Sukabumi. Di kawasan ini area yang bisa dikembangkan masih sangat luas dan harganya lebih terjangkau. “Jonggol dan Sentul akan jadi daerah yang berkembang. Saat ini sudah ada beberapa developer yang mengembangkan proyek di sana,” tuturnya.

Pengembangan properti ke kawasan pinggiran tidak sebatas hunian tapak (landed house ) melainkan juga apartemen. Fenomena ini dia nilai sebagai fenomena menarik karena dulu orang membeli apartemen memilih lokasi di tengah Kota Jakarta agar dekat dengan tempat kerja. “Logikanya kalau di pinggiran mestinya beli rumah, ini malah pilih apartemen,” imbuh Ferry.

Senada diucapkan analis pasar properti Anton Sitorus. Dia mengutarakan, kawasan Sentul sudah saatnya menjadi kota mandiri mengingat jumlah hunian di kawasan tersebut sudah memenuhi syarat, tinggal melengkapinya dengan komersial sebagai pendukung. “Saat ini hampir semua permintaan hunian berlokasi di pinggir Kota Jakarta, termasuk kawasan Sentul Bogor yang menjadi kawasan permukiman favorit di selatan Jakarta,” sebutnya.

Rendra hanggara
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
54 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved