DPR Minta Pertamina Rangkul Total Urus Blok Mahakam

Rabu, 18 Maret 2015 - 14:50 WIB
DPR Minta Pertamina...
DPR Minta Pertamina Rangkul Total Urus Blok Mahakam
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Dewi Yasin Limpo mengatakan, PT Pertamina (persero) sebaiknya menggandeng Total E&P Indonesie dalam mengelola Blok Mahakam.

Menurutnya, Pertamina tetap harus menggandeng operator yang lama yaitu Total E&P Indonesie lantaran Total mengetahui secara pasti teknologi yang akan digunakan dalam eksplorasi blok gas tersebut.

"Untuk mengoperasikan Blok Mahakam, sebaiknya Pertamina bekerja sama dengan operator lama (Total). Inpex tidak perlu diajak, karena Inpex bukanlah operator. Pertamina lebih memerlukan kemampuan operator. Itu tidak berarti kita meragukan kemampuan Pertamina, tetapi Pertamina perlu mempelajari kultur perusahaan minyak modern," ujar dia dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Dia menilai, jika Pertamina menggandeng Total maka Pertamina juga bisa meminta Total untuk ikut mengelola blok milik perusahaan asal Perancis tersebut di luar negeri. Lantaran, Pertamina selalu gagal dalam upaya pencarian minyak di luar negeri seperti di Libya, Irak, dan Australia.

"Berbagi risiko dalam bisnis migas memang sudah biasa. Sehingga, Pertamina tidak menanggung beban berat dalam mengelola blok tersebut apabila menggandeng perusahaan luar," katanya.

Dewi mencontohkan, ExxonMobil menggandeng perusahaan minyak Rusia saat mencari minyak di Siberia. Dengan begitu, pemerintah tetap harus menggandeng perusahaan asing untuk kelola Blok Mahakam.

"Nasionalisme harus kita dukung, tetapi kita juga harus selalu pandai mengukur diri. Jangan tersinggung jika belum mampu bekerja sendirian. Mari kita dorong agar Pertamina makin maju," kata dia.

Seperti diketahui, pemerintah belum memutuskan pengelolaan Blok Mahakam yang akan habis masa kontraknya pada 2017. Namun, apabila Pertamina diberikan pengelolaan 100% pada blok tersebut, perusahaan pelat merah tersebut harus mengganggarkan USD25 miliar.

Untuk itu, Menteri ESDM Sudirman Said diminta memberikan rekomendasi terkait kontrak Blok Mahakam dalam waktu satu bulan ke Presiden Jokowi. Nantiny, Presiden Jokowi sendiri yang bakal memutuskan pengelolaan blok dengan cadangan gas terbesar sebesar 2 triliun kaki kubik.

(Baca: Jokowi Minta Blok Mahakam Diserahkan ke Pertamina)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kelola 2 Blok Migas...
Kelola 2 Blok Migas Raksasa, Pengamat: Pertamina Menjawab Keraguan
Di HUT ke-50 PDIP, Jokowi...
Di HUT ke-50 PDIP, Jokowi Pamer Bisa Rebut Freeport hingga Blok Mahakam
Cari Cadangan Ekonomis,...
Cari Cadangan Ekonomis, PHM Mulai Bor Sumur Eksplorasi TDE C-1X
Topang Produksi WK Mahakam,...
Topang Produksi WK Mahakam, PHM Mulai Proses Sail Away Jacket Proyek JSN
Pemerintah Berikan Banyak...
Pemerintah Berikan Banyak Insentif untuk Blok Mahakam
Gandeng Eni, Pertamina...
Gandeng Eni, Pertamina Resmi Kelola Blok Peri Mahakam
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
33 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved