Pertamina Masih Tunggu Status Resmi Pengelolaan

Kamis, 19 Maret 2015 - 12:10 WIB
Pertamina Masih Tunggu...
Pertamina Masih Tunggu Status Resmi Pengelolaan
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih menunggu status resmi perihal pengelolaan Blok Mahakam dari pemerintah. BUMN energi tersebut berharap status pengelolaan segera diputuskan agar perusahaan dapat menjalani masa transisi bersama Total E&P Indonesie dengan baik.

”Karena ini menyangkut keberlangsungan produksi makanya kita minta transisi segera dilaksanakan. Ini menjadi perhatian penugasan produksi jangan sampai turun,” ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di kantornya di Jakarta kemarin. Dwi menegaskan, sejak awal masuk ke Pertamina komitmennya adalah mendongkrak kontribusi migas lebih dari 20% dari dalam negeri.

Karena itu, fokus Pertamina saat ini adalah bagaimana meningkatkan produksi migas dari dalam negeri. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menambahkan, keputusan resmi dari pemerintah segera turun dan Pertamina tetap dalam posisi sebagai pengelola 100%. Keputusan tersebut penting untuk menjaga masa transisi dan proses produksi berjalan lancar.

”Kami berharap segera ada keputusan agar dapat bergerak lebih cepat,” ujarnya. Terkait dengan itu, Dwi mengatakan bahwa Pertamina telah memperoleh dukungan dari Presiden Joko Widodo untuk mengelola Blok Mahakam sepenuhnya. Hal itu sesuai keinginan perusahaan dalam rangka meningkatkan kedaulatan energi nasional.

Dukungan juga ditegaskan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) SudirmanSaid. ”Menko (Perekonomian) Sofyan Djalil mengapresiasi dan percaya Pertamina mampu. Sejauh ini komitmen yang ada cukup tinggi mendorong pertamina menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Serikat Pekerja Pertamina kemarin menggelar jumpa pers mendesak pemerintah segera menyerahkan secara resmi 100% pengelolaan Blok Mahakam kepada BUMN tersebut. Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Eko Wahyu Laksmono mengatakan, itu penting agar Pertamina dapat segera menyusun program kerja masa transisi 2015-2017 yang komprehensif dan realistis.

”Tuntutan ini kami sampaikan dengan harapan dapat dipenuhi guna membangun kedaulatan energi yang pada gilirannya akan mampu memperkuat ketahanan energi nasional,” desaknya.

Nanang wijayanto
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
3 Bandara Ini Kembali...
3 Bandara Ini Kembali Mendapatkan Status Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved