Potensi Perbankan Nasional ke Depan Dinilai Baik
Jum'at, 20 Maret 2015 - 13:19 WIB
Potensi Perbankan Nasional ke Depan Dinilai Baik
A
A
A
JAKARTA - Direktur Consumer Banking PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Hery Gunardi mengatakan, hingga 2020 potensi pendapatan perbankan nasional untuk segmen mass affluent, mass market dan SME masih sangat baik.
Untuk itu, Bank Mandiri akan fokus mengembangkan bisnis di segmen ritel ini melalui penguatan jaringan mikro di seluruh Indonesia, memperbaiki ekosistem retail payment dan memperluas akses pasar untuk small medium enterprise dan rantai bisnisnya.
"Kami akan mengintegrasikan seluruh jaringan distribusi baik retail maupun wholesale untuk meningkatkan penetrasi layanan keuangan Bank Mandiri yang tidak terbatas kepada segmen tertentu," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/3/2015).
Ppada akhir Desember 2014, laba bersih Bank Mandiri mencapai Rp19,9 triliun dengan laju pertumbuhan kredit mencapai 12,2% menjadi Rp530 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp472,4 triliun.
Atas kinerja tersebut, aset Bank Mandiri pada akhir Desember 2014 mengalami pertumbuhan year on year sebesar 16,6% menjadi Rp855 triliun. Total aset itu menjadikan Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Tanah Air.
Memasuki era pasar terbuka ASEAN, Bank Mandiri akan bertransformasi dalam pengembangan bisnis dengan menekankan pada integrasi seluruh potensi Bank Mandiri dan perusahaan anak.
"Melalui integrasi ini, kami meyakini Bank Mandiri akan dapat terus tumbuh secara berkesinambungan untuk merealisasikan visi memakmurkan negeri serta menjadi salah satu bank terbaik di kawasan Asia Tenggara," ujar Hery.
Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri juga terus memacu pembiayaan ke sektor produktif. Hasilnya, pada akhir 2014, kredit ke sektor produktif tumbuh 13,9% mencapai Rp410,6 triliun. Di mana kredit investasi tumbuh 9,1% dan kredit modal kerja tumbuh 16,7%.
Sektor terkait infrastruktur yaitu konstruksi mencatat akselerasi pertumbuhan sebesar 19,1%, diikuti industri pengolahan sebesar 15,5%.
Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mandiri juga terus tumbuh yang ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp636,4 triliun pada akhir 2014 dari Rp556,3 triliun pada tahun sebelumnya.
"Dari pencapaian tersebut, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri mencapai Rp380,5 triliun, terutama didorong peningkatan tabungan sebesar Rp15,9 triliun hingga Rp252,4 triliun," terangnya.
Untuk itu, Bank Mandiri akan fokus mengembangkan bisnis di segmen ritel ini melalui penguatan jaringan mikro di seluruh Indonesia, memperbaiki ekosistem retail payment dan memperluas akses pasar untuk small medium enterprise dan rantai bisnisnya.
"Kami akan mengintegrasikan seluruh jaringan distribusi baik retail maupun wholesale untuk meningkatkan penetrasi layanan keuangan Bank Mandiri yang tidak terbatas kepada segmen tertentu," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/3/2015).
Ppada akhir Desember 2014, laba bersih Bank Mandiri mencapai Rp19,9 triliun dengan laju pertumbuhan kredit mencapai 12,2% menjadi Rp530 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp472,4 triliun.
Atas kinerja tersebut, aset Bank Mandiri pada akhir Desember 2014 mengalami pertumbuhan year on year sebesar 16,6% menjadi Rp855 triliun. Total aset itu menjadikan Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Tanah Air.
Memasuki era pasar terbuka ASEAN, Bank Mandiri akan bertransformasi dalam pengembangan bisnis dengan menekankan pada integrasi seluruh potensi Bank Mandiri dan perusahaan anak.
"Melalui integrasi ini, kami meyakini Bank Mandiri akan dapat terus tumbuh secara berkesinambungan untuk merealisasikan visi memakmurkan negeri serta menjadi salah satu bank terbaik di kawasan Asia Tenggara," ujar Hery.
Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri juga terus memacu pembiayaan ke sektor produktif. Hasilnya, pada akhir 2014, kredit ke sektor produktif tumbuh 13,9% mencapai Rp410,6 triliun. Di mana kredit investasi tumbuh 9,1% dan kredit modal kerja tumbuh 16,7%.
Sektor terkait infrastruktur yaitu konstruksi mencatat akselerasi pertumbuhan sebesar 19,1%, diikuti industri pengolahan sebesar 15,5%.
Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mandiri juga terus tumbuh yang ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp636,4 triliun pada akhir 2014 dari Rp556,3 triliun pada tahun sebelumnya.
"Dari pencapaian tersebut, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri mencapai Rp380,5 triliun, terutama didorong peningkatan tabungan sebesar Rp15,9 triliun hingga Rp252,4 triliun," terangnya.
(izz)
Lihat Juga :