BTN Akan Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun
Selasa, 24 Maret 2015 - 15:23 WIB
BTN Akan Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akan menerbitkan surat utang (obligasi) pada tahun ini, dengan nilai Rp3 triliun.
Direktur Bank BTN Iman Nugroho Soeko menjelaskan, obligasi itu sedianya akan diterbitkan pada semester I tahun ini, dengan menggunakan buku laporan keuangan tahun lalu.
"Tahun ini rencana terbitkan obligasi Rp3 triliun, dengan targetnya di semester I (2015). Pakai audit buku tahun lalu. Tidak perlu pakai Maret atau Juni 2015," ujarnya di Jakarta, Selasa (24/3/2015).
Terkait kupon bunga, dia akan melihat perkembangan tingkat suku bunga. Kalau suku bunga turun akan mempertimbangkan penurunan kupon obligasinya.
"Kita lihat perkembangan tingkat suku bunga. Kalau lari ke bawah akan turunkan sedikit," jelas Iman.
Perseroan memilih menerbitkan obligasi untuk mendukung program pembiayaan program 1 juta rumah yang digagas pemerintah karena perolehannya lebih cepat dibanding melalui mekanisme lain.
"Karena jangka subsidi perumahan panjang, kalau DPK jangka pendek. Program 1 juta perumahan akan mendorong pertumbuhan kredit dan aset kita. Demand kita masih ada backlog 13,5 juta unit," pungkasnya.
Direktur Bank BTN Iman Nugroho Soeko menjelaskan, obligasi itu sedianya akan diterbitkan pada semester I tahun ini, dengan menggunakan buku laporan keuangan tahun lalu.
"Tahun ini rencana terbitkan obligasi Rp3 triliun, dengan targetnya di semester I (2015). Pakai audit buku tahun lalu. Tidak perlu pakai Maret atau Juni 2015," ujarnya di Jakarta, Selasa (24/3/2015).
Terkait kupon bunga, dia akan melihat perkembangan tingkat suku bunga. Kalau suku bunga turun akan mempertimbangkan penurunan kupon obligasinya.
"Kita lihat perkembangan tingkat suku bunga. Kalau lari ke bawah akan turunkan sedikit," jelas Iman.
Perseroan memilih menerbitkan obligasi untuk mendukung program pembiayaan program 1 juta rumah yang digagas pemerintah karena perolehannya lebih cepat dibanding melalui mekanisme lain.
"Karena jangka subsidi perumahan panjang, kalau DPK jangka pendek. Program 1 juta perumahan akan mendorong pertumbuhan kredit dan aset kita. Demand kita masih ada backlog 13,5 juta unit," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :