Besaran Kenaikan BBM Masih Dibahas

Rabu, 25 Maret 2015 - 09:32 WIB
Besaran Kenaikan BBM...
Besaran Kenaikan BBM Masih Dibahas
A A A
JAKARTA–Pemerintah dipastikan bakal menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Pengumuman kenaikan BBM tersebut hanya menunggu waktu yang tepat

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja mengatakan, kenaikan harga BBM tinggal menunggu pengumuman. Adapun, saat ini pemerintah masih membahas harga yang pantas untuk dikerucutkan.

”(Kenaikan) Harga BBM tunggulah nanti kita sampaikan, saat ini masih dibahas terus, tunggu pengumuman,” kata dia saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin. Menurut dia, indikator kenaikan harga BBM terkait terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di samping itu, harga minyak dunia rata-rata naik dibandingkan bulan Maret. Adapun, saat ini pemerintah tinggal melihat aspek ekonomi dan politik. Setelah itu, keputusan kenaikan harga dikembalikan lagi kepada Menteri ESDM untuk diteruskan kepada Menteri Koordinator Perekonomian dan Presiden Joko Widodo.

”Presiden dan kabinet kapan (eksekusi) atau berani apa nggak, keputusan berada di pimpinan,” ujar dia. Dia mengatakan, usulan kenaikan harga justru berasal dari PT Pertamina (persero). ”Pertamina yang sudah usulkan naik. Kanitu usulan dari Pertamina,” terang dia. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji masih enggan membeberkan terkait besaran kenaikan harga untuk premium dan solar. ”Ada kenaikan awal April. Besarannya sedang dihitung,” tuturnya.

Sementara, PT Pertamina (persero) menyatakan masih menunggu arahan dari pemerintah terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya mulai berlaku 1 April mendatang. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, Pertamina akan mengikuti arahan dari pemerintah. Hingga saat ini perusahaan yang ditugasi sebagai distributor BBM ini belum mendapatkan perintah resmi dari pemerintah. ”Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah,” kata dia di Jakarta, kemarin.

Menurutdia, kenaikanharga BBM hanya berlaku untuk jenis BBM premium dan BBM bersubsidi atau jenis solar. Sedangkan, untuk BBM nonsubsidi setara pertamax belum mengalami kenaikan. ”Kalau untuk BBM nonsubsidi (setara Pertamax) belumlah itu,” kata dia. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai wajar pemerintah menaikkan harga. Walaupun harga minyak dunia mengalami penurunan, tetapi rupiah mengalami depresiasi. Sehingga, kebijakan tersebut dapat dimaklumi.

”Saya rasa masih wajar apabila pemerintah menaikkan harga BBM. Karena, dalam kajian kami, depresiasi rupiah menjadi katalis yang kuat untuk menaikkan harga,” terang Komaidi. Meski begitu, pihaknya meminta agar pemerintah segera meninjau ulang aturan mengenai jangka waktu penetapan harga jual BBM yang termaktub dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM. Apabila pemerintah tidak mengubah penetapan harga jual BBM setiap dua pekan sekali, Komaidi menilai para pelaku usaha akan terbebani setiap kali harga BBM baru diumumkan. ”Yang paling jelas pelaku usaha di sektor transportasi maupun penumpangnya,” pungkasnya.

nanang wijayanto
(bhr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved