3G Capital Berambisi Akuisisi Kraft Foods Group

Kamis, 26 Maret 2015 - 10:06 WIB
3G Capital Berambisi...
3G Capital Berambisi Akuisisi Kraft Foods Group
A A A
NEW YORK - Perusahaan ekuitas privat 3G Capital sedang berunding untuk mengakuisisi Kraft Foods Group dalam kesepakatan senilai lebih dari USD40 miliar.

The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan hal itu kemarin. 3G Capital pernah bekerja sama dengan Berkshire Hathaway Inc yang dipimpin Warren Buffett membuat berita besar dan mengguncang industri makanan pada 2013 dengan mengakuisisi perusahaan kecap ternama, H.J. Heinz Co, senilai USD23 miliar.

”3G Capital saat ini sedang menargetkan lebih banyak akuisisi setelah mengumpulkan dana USD5 miliar dan sekarang Kraft Foods sedang dibidik,” ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut pada WSJ.

Kesepakatan kali ini dapat menjadi momen penting bagi industri makanan. Belum jelas apakah Berkshire akan terlibat dalam penawaran akuisisi 3G terhadap Kraft. Meski demikian, sejumlah sumber menyatakan, 3G sekarang diperkirakan akan menggabungkan Kraft dengan Heinz jika kesepakatan akuisisi ini berhasil.

Buffett pada Mei lalu menjelaskan, dia berharap dapat bekerja sama dengan 3G untuk lebih banyak transaksi bisnis. Harga saham Kraft naik hingga 16,5% menjadi USD71,44 dalam perdagangan setelah bel berbunyi. WSJ pernah melaporkan kemungkinan kesepakatan akuisisi itu bernilai sekitar USD40 miliar.

Kraft memiliki 588,13 juta saham pada 2 Maret, menurut data Thomson Reuters. Sesuai harga saham pada penutupan Selasa (24/3) senilai USD61,32 per saham, Kraft memiliki kapitalisasi pasar sebesar USD36,06 miliar. 3G Capital, Berkshire, dan Kraft belum memberikan keterangan secara resmi hingga berita ini dirilis.

Perusahaan ekuitas privat asal Brasil ini di masa lalu banyak menuai kritik karena keputusannya memangkas ribuan tenaga kerja di Heinz. Empat bulan setelah akuisisi Heinz, sebanyak 11 dari 12 eksekutif puncak Heinz diganti. Ini diikuti dengan serangkaian pemecatan pegawai.

Desember lalu Kraft menyatakan, Chairman Kraft John Cahill akan mengganti chief executive officer (CEO) setelah serangkaian perombakan manajemen. Perusahaan itu dila-porkan merugi pada kuartal IV/2014 saat konsumen berpindah ke makanan yang lebih segar dengan bahan baku yang lebih berkualitas tinggi. Kondisi ini mengakibatkan penurunan laba.

Tidak seperti para pesaingnya, Kraft tidak melakukan ekspansi ke sektor yang mengalami pertumbuhan lebih cepat seperti makanan organik dan alami melalui sejumlah akuisisi. Cahill yang menolak menjelaskan dengan rinci strateginya, sekarang memfokuskan perusahaan pada pengembangan berbagai produk sesuai minat konsumen dan berbelanja iklan secara lebih efisien.

Kraft dipecah menjadi dua perusahaan pada 2012, dengan Kraft Foods fokus pada produkproduk grosir di Amerika Utara dan Mondelez International Inc untuk produk-produk snack . Kraft merupakan salah satu perusahaan makanan terbesar di Amerika Serikat (AS).

Perusahaan yang terkenal dengan produk kejunya itu memiliki kopi Maxwell House dan pada 2010 membeli perusahaan cokelat asal Inggris, Cadbury, senilai 11,5 miliar poundsterling.

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
24 menit yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
33 menit yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
54 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
Infografis
3 Penyebab Belarusia...
3 Penyebab Belarusia Dipilih jadi Tempat untuk Wagner PMC Group
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved