Pemerintah Klaim Perikanan Tumbuh 8,9%

Kamis, 26 Maret 2015 - 10:07 WIB
Pemerintah Klaim Perikanan...
Pemerintah Klaim Perikanan Tumbuh 8,9%
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan, sektor perikanan tumbuh menjadi 8,9% dalam lima bulan terakhir sejak pemerintah terus melakukan upaya penanganan illegal fishing atau penangkapan ikan liar.

”Kementerian dan lembaga sepakat untuk melanjutkan penanganan illegal fishing karena sejak lima bulan terakhir berhasil meningkatkan pertumbuhan perikanan hingga 8,9%,” kata Indroyono seusai rapat koordinasi tentang evaluasi penanganan illegal fishing di Kantor Kemenko Maritim di Gedung BPPT Jakarta kemarin.

Regulasi pemberantasan penangkapan ikan liar itu termasuk moratorium izin kapal eks asing dan larangan transshipment . Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dalam kesempatan yang sama, mengaku puas penanganan penangkapan ikan liar telah mendorong pertumbuhan perikanan yang rata-rata secara nasional meningkat dari 5,1% menjadi 8,9% hanya dalam lima bulan. ”Itu luar biasa dibanding negara lain,” katanya.

Selain perikanan yang tumbuh signifikan, upaya memerangi penangkapan ikan liar juga mendorong nilai tukar nelayan menjadi 1,7 dari sebelumnya hanya 1,1. Sejak Januari lalu pula tercatat ada 22 kapal asing, mayoritas berasal dari Vietnam, Filipina, Thailand, dan Papua Nugini yang telah ditenggelamkan karena melakukan pelanggaran.

Sementara itu, ada 10 kapal lagi berpotensi ditenggelamkan karena pelanggaran illegal fishing. Operasi keamanan laut Nusantara 1 dan Nusantara 2 telah berhasil menangkap dan menahan delapan unit kapal.

Pihak imigrasi juga telah memulangkan 573 imigran atau anak buah kapal (ABK) yang berhasil ditangkap. Terkait moratorium izin kapal eks asing yang selesai pada 30 April mendatang, Susi menegaskan tidak akan memperpanjang kebijakan tersebut.

”Tapi kami membuat aturan yang keras, itu sudah pasti. Mulai analisis kapal, berapa besarnya, banyaknya, pasti akan kami atur. Kapal yang dilarang sudah kami larang, tidak akan kami pull back (tarik kembali),” katanya.

Inda susanti/ant
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
20 menit yang lalu
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
2 jam yang lalu
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
2 jam yang lalu
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
11 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
12 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
12 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved