Investor Jepang Didorong ke Luar Jawa
Kamis, 26 Maret 2015 - 10:07 WIB
Investor Jepang Didorong ke Luar Jawa
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengundang investor Jepang untuk berinvestasi ke luar Jawa.
Itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pengembangan industri hilir dan bernilai tambah yang akan lebih difokuskan di luar Jawa. ”Indonesia mengarah untuk tidak lagi mengekspor raw material sehingga investasi yang masuk harus diarahkan ke industri hilir. Hal tersebut potensial dikembangkan di luar Jawa karena bahan baku banyak terdapat di luar Jawa,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Franky mengatakan, arah kebijakan investasi itu ditegaskan presiden dalam acara Indonesia Business Forum di hadapan 1.200 pengusaha Jepang di Tokyo. Data BKPM menunjukkan, investasi Jepang cenderung terpusat di Jawa, di mana proporsinya mencapai 96% dari total realisasi investasi Jepang pada 2010–2014 sebesar USD12,01 miliar.
Menurut Franky, dalam acara tersebut, presiden terus mempromosikan potensi investasi di luar Jawa, di antaranya kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri di luar Jawa. Pemerintah merencanakan pembangunan 15 kawasan industri hingga 2019, di mana 13 kawasan di antaranya di luar Jawa, untuk industri pengolahan sumber daya alam.
Sebagai contoh, KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara yang dikembangkan sebagai pusat industri kelapa sawit, karet, pupuk, logistik, serta kawasan pariwisata. Kemudian, KEK Bitung di Sulawesi Utara dikembangkan untuk industri perikanan, kelapa, tanaman obat, dan logistik.
Khusus wilayah Papua, pemerintah juga akan mendorong pengembangan empat kawasan ekonomi khusus beserta infrastruktur pendukungnya dengan fokus pengembangan yang berbeda. KEK Merauke dikembangkan untuk sektor pertanian terintegrasi industri pengolahannya, KEK Sorong untuk sektor maritim terintegrasi dengan industri pengolahannya, KEK Teluk Bintuni untuk sektor petrokimia dan turunannya, serta KEK Raja Ampat untuk industri pariwisata.
Franky menambahkan, potensi industri bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan investor Jepang, khususnya adalah sektoragro danmaritim. Masuknya investor Jepang ke sektor industri pengolahan berbasis agro dan maritim juga diharapkan dapat memberi nilai tambah kepada ekspor Indonesia.
Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan BKPM Azhar Lubis menambahkan, untuk mendukung kemudahan investor, pemerintah telah mengimplementasikan layanan perizinan terpadu satu pintu (PTSP Pusat) di BKPM.
Melalui layanan tersebut, investor dapat memperoleh semua pelayanan perizinan investasi di tingkat pusat, baik dalam tahap preparation, pre-operation, maupun commercial operation di Kantor BKPM.
M faizal
Itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pengembangan industri hilir dan bernilai tambah yang akan lebih difokuskan di luar Jawa. ”Indonesia mengarah untuk tidak lagi mengekspor raw material sehingga investasi yang masuk harus diarahkan ke industri hilir. Hal tersebut potensial dikembangkan di luar Jawa karena bahan baku banyak terdapat di luar Jawa,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Franky mengatakan, arah kebijakan investasi itu ditegaskan presiden dalam acara Indonesia Business Forum di hadapan 1.200 pengusaha Jepang di Tokyo. Data BKPM menunjukkan, investasi Jepang cenderung terpusat di Jawa, di mana proporsinya mencapai 96% dari total realisasi investasi Jepang pada 2010–2014 sebesar USD12,01 miliar.
Menurut Franky, dalam acara tersebut, presiden terus mempromosikan potensi investasi di luar Jawa, di antaranya kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri di luar Jawa. Pemerintah merencanakan pembangunan 15 kawasan industri hingga 2019, di mana 13 kawasan di antaranya di luar Jawa, untuk industri pengolahan sumber daya alam.
Sebagai contoh, KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara yang dikembangkan sebagai pusat industri kelapa sawit, karet, pupuk, logistik, serta kawasan pariwisata. Kemudian, KEK Bitung di Sulawesi Utara dikembangkan untuk industri perikanan, kelapa, tanaman obat, dan logistik.
Khusus wilayah Papua, pemerintah juga akan mendorong pengembangan empat kawasan ekonomi khusus beserta infrastruktur pendukungnya dengan fokus pengembangan yang berbeda. KEK Merauke dikembangkan untuk sektor pertanian terintegrasi industri pengolahannya, KEK Sorong untuk sektor maritim terintegrasi dengan industri pengolahannya, KEK Teluk Bintuni untuk sektor petrokimia dan turunannya, serta KEK Raja Ampat untuk industri pariwisata.
Franky menambahkan, potensi industri bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan investor Jepang, khususnya adalah sektoragro danmaritim. Masuknya investor Jepang ke sektor industri pengolahan berbasis agro dan maritim juga diharapkan dapat memberi nilai tambah kepada ekspor Indonesia.
Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan BKPM Azhar Lubis menambahkan, untuk mendukung kemudahan investor, pemerintah telah mengimplementasikan layanan perizinan terpadu satu pintu (PTSP Pusat) di BKPM.
Melalui layanan tersebut, investor dapat memperoleh semua pelayanan perizinan investasi di tingkat pusat, baik dalam tahap preparation, pre-operation, maupun commercial operation di Kantor BKPM.
M faizal
(ftr)