Subsidi Langsung Elpiji Bisa Timbulkan Kekacauan

Kamis, 26 Maret 2015 - 19:27 WIB
Subsidi Langsung Elpiji...
Subsidi Langsung Elpiji Bisa Timbulkan Kekacauan
A A A
JAKARTA - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengungkapkan, skema subsidi langsung untuk elpiji akan menimbulkan kekacauan, jika validitas data mengenai orang miskin tidak beres.

Dia mengatakan, saat ini data mengenai kriteria orang miskin dan rentan miskin yang nantinya akan menerima subsidi tersebut masih belum ada kejelasan.

"Jadi, kalau misalnya persoalan skema subsidi langsung ini belum selesai, sekonyong-konyong langsung dialihkan dari subsidi yang tadinya output elpiji 3 kg pasti akan menimbulkan kekacauan," ujar Enny kepada Sindonews di kantor INDEF, Jakarta, Kamis (26/3/2015).

Sebab itu, lanjut dia, harus ada tahap penyelesaian prasyarat untuk efektivitas penerapan subsidi langsung elpiji diselesaikan terlebih dahulu, baru kemudian merubah sistem dan skema pemberian subsidinya tersebut. (Baca: Pemerintah Diminta Perbaiki Data Penduduk Miskin)

"Kalau enggak, ini akan berdampak drastis terhadap akses penduduk miskin kita terhadap energi. Elpiji sudah jadi kebutuhan primer. Karena sudah tidak ada lagi pemenuhan kebutuhan dari minyak tanah atau yang lain," jelasnya.

Menurut Enny, meskipun masyarakat di pedesaan masih memungkinkan menggunakan kayu bakar untuk memasak, namun jumlahnya saat ini sudah sangat terbatas. Sehingga, jika subsidi langsung diterapkan namun validitas datanya belum beres, maka penduduk miskin akan kesulitan mendapatkan akses elpiji.

"Kalau ini langsung dialihkan sementara skemanya belum beres, maka hampir bisa dipastikan penduduk miskin akan sangat sulit untuk akses elpiji. Kan berarti mereka tidak bisa memasak, tidak bisa melakukan aktivitas," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Pembelian Gas Wajib...
Pembelian Gas Wajib Tunjukan KTP Mulai 1 Januari 2024
Beli LPG 3 Kg di Warung...
Beli LPG 3 Kg di Warung Wajib Bawa KTP, Ini Caranya  
Emak-emak di Aceh Rela...
Emak-emak di Aceh Rela Antre Demi Elpiji Bersubsidi
Disimpan di dalam Kitchen...
Disimpan di dalam Kitchen Set, Tabung Melon Meledak
Transaksi Gas LPG Bersubsidi...
Transaksi Gas LPG Bersubsidi di Pangandaran Bakal Diperketat
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
1 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
1 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
2 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
2 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
2 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
4 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved