Industri Rumput Laut Tingkatkan Produksi

Jum'at, 27 Maret 2015 - 09:14 WIB
Industri Rumput Laut...
Industri Rumput Laut Tingkatkan Produksi
A A A
JAKARTA - Industri rumput laut nasional yang tergabung dalam Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia (Astruli) berupaya menggenjot produksi dengan meningkatkan utilisasi.

Saat ini utilisasi industri rumput laut baru sekitar 60–65% dari total kapasitas terpasang. Wakil Ketua Umum (Astruli) Sasmoyo S Boesari mengatakan, Astruli bertekad untuk meningkatkan utilisasi hingga mencapai 100%.

Oleh karena itu, Astruli membuat roadmap industri rumput laut nasional yang diharapkan bisa dijadikan sebagai acuan pengambilan kebijakan oleh pemerintah. ”Per hari kebutuhan industri dalam negeri 120.000 ton. Jadi, itu ekuivalen sekitar 60% utilitas,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sasmoyo mengklaim, roadmap tersebut dibuat berdasarkan sumber data yang valid dari para pelaku industri agar tidak simpang siur terkait dengan informasi-informasi harga ke depan. Validitas sumber data juga penting, mengingat masih ada dua sumber data yang berbeda secara signifikan.

Dirinya juga menampik anggapan bahwa harga rumput laut yangsaat ini turun karena adanya informasi pemberlakuan bea keluar (BK) ekspor rumput laut. ”Penurunan harga rumput laut disebabkan permintaan China yang turun sebelum dan menjelang imlek. Selain itu, karena ”posesi” dunia yang berimbas kepada negara-negara terkait,” ujarnya.

Begitu pun dengan jumlah ekspor rumput laut yang lebih besar dibandingkan dengan penggunaan dalam negeri. Dia memaparkan, ekspor bahan baku kering sekitar 160.000–170.000 ton, sementara yang terserap dalam negeri sekitar 120.000 ton dari total produksi 350.000 ton.

Dia menargetkan, industri rumput laut bisa lebih banyak diserap di dalam negeri. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bisa melakukan penyederhanaan regulasi di daerah karena masing-masing kebijakan daerah berbedabeda. ”Itu juga menjadi kesulitan bagi kami,” ucapnya.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, industri rumput laut utilisasinya masih rendah sehingga harus ditingkatkan menjadi 100%. ”Ini yang menjadi prioritas bagaimana utilisasi ini ditingkatkan, baru nanti mendorong investasi dan hilirisasi rumput laut,” pungkasnya.

Oktiani endarwati
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
32 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
46 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
46 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
59 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
1 jam yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved